Jakarta-SarabaNews.com

Pengamat Politik Rocky Gerung kembali menyita perhatian setelah muncul video dirinya menirukan aksi para santri penghafal Alquran yang menutup telinga lantaran tak mau mendengarkan musik.Aksi menutup telinga para santri tersebut dilakukan saat mereka menjalani vaksinasi Covid-19, dengan tujuan agar tidak mengganggu hafalan Alquran.
Namun, sejumlah pihak berkomentar miring atas apa yang dilakukan para santri tersebut.
Bahkan, sampai ada yang menyebutnya santri itu sebagai teroris, ISIS hingga korban salah asuh.
Sejumlah tokoh Islam bahkan angkat bicara terkait bullyan serta tuduhan yang dilayangkan terhadap para santri tersebut seperti politisi PKS Tiffatul Sembiring menyayangkan adanya bullying terhadap para santri dalam video tersebut. Dalam Twitternya ” Seorang Penghafal Alquran(Hafids) cerita, pernah sekali nonton kungfu akibatnya hafalannya hilang 1 juz. Menghafal Alquran itu butuh perhatian dan konsentrasi yang tinggi, tulisnya di Twitter Rabu,15/9/2021.
Di sisi lain, Rocky Gerung mengambil momentum untuk menyindir orang-orang yang telah menghujat para santri penghafal Alquran yang enggan mendengarkan musik.
Rocky melakukan aksi tutup telinga, dengan background suara pidato presiden Joko Widodo yang sedang menjelaskan soal jumlah uang para pengusaha Indonesia di luar negeri yang ia kantongi sebanyak Rp11 ribu triliun lebih.
Aksi Rocky tersebut mengundang perhatian publik hingga #GerakanTutupKuping menjadi trending topik.(Dilansir portal com,16/92021).
Dalam wawancara dengan FNN Rocky Gerung mengatakan gelombang protes yang secara halus dengan pas kena terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat tidak bisa dibendung.
‘Oligarki/kekuasaan sejatinya akan dikalahkan dengan kecerdasan, salam akal sehat”. Aksi gerakan tutup telinga Bahkan deliknya pun tidak ada dan tidak bisa dipidanakan karena orang yang tidak melihat atau mendengar tidak bisa dijadikan sebagai saksi apalagi mau dipidanakan, imbuh Rocky Gerung.
Red