Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! Komentar kondisional IE diabaikan oleh semua browser yang didukung. in /home/u1551005/public_html/sarabanews.com/wp-includes/functions.php on line 6170
Merasa Dibohongi Produser, Mama Yasinta Tegas Minta Film 'Pesta Babi' Dihentikan! - Saatnya Rakyat Bicara

Merasa Dibohongi Produser, Mama Yasinta Tegas Minta Film ‘Pesta Babi’ Dihentikan!

JAYAPURA-Saatnya Rakyat Bicara.com

Foto : Istemewah

Isak tangis dan rasa kecewa mendalam datang dari tanah Papua. Mama Yasinta Moiwend, salah satu tokoh perempuan di Jayapura, secara terbuka menyuarakan protes keras terhadap produksi film berjudul ‘Pesta Babi’.

Berita konfirmasi mengenai protes keras dan keberatan dari Mama Yasinta Moiwend terkait film dokumenter ‘Pesta Babi’ ini mulai ramai ditayangkan dan dirilis oleh berbagai media nasional serta lokal pada Minggu, 24 Mei 2026.

​Pernyataan resmi tersebut disampaikan langsung oleh Mama Yasinta dari kediamannya, tak lama setelah film dokumenter investigasi garapan sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu dirilis secara online di YouTube pada 22–23 Mei 2026.

 

​Bukan tanpa alasan, Mama Yasinta merasa pihak produser dan kru film telah melakukan pembohongan publik dan tidak transparan sejak awal proses produksi dimulai.

​”Kami merasa dibohongi. Apa yang mereka janjikan dan apa yang mereka gambarkan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Kami bukan objek yang bisa dimanfaatkan begitu saja,” ujar Mama Yasinta dengan nada tegas namun bergetar menahan emosi.

 

Poin-Poin Utama Kekecewaan Masyarakat:

  • Ketidakterbukaan Pihak Produser: Adanya indikasi kesepakatan awal yang dilanggar atau tidak dijalankan sesuai komitmen bersama masyarakat lokal.
  • Kekhawatiran Stereotip Negatif: Judul dan narasi film ‘Pesta Babi’ dikhawatirkan dapat menyudutkan atau menyalahartikan tradisi dan budaya sakral masyarakat Papua jika tidak ditangani dengan sensitivitas tinggi.
  • Tuntutan Penghentian Total: Mama Yasinta, mewakili suara komunitas yang merasa dirugikan, menuntut agar seluruh proses produksi dan penayangan film tersebut segera disetop.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *