Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! Komentar kondisional IE diabaikan oleh semua browser yang didukung. in /home/u1551005/public_html/sarabanews.com/wp-includes/functions.php on line 6170
Elektabilitas Ganjar Melejit Jelang Pemilu 2024, Namun Bukan Rahasia PDIP Dapat Saja Usung Puan  - Saatnya Rakyat Bicara

Elektabilitas Ganjar Melejit Jelang Pemilu 2024, Namun Bukan Rahasia PDIP Dapat Saja Usung Puan 

JAKARTA — SarabaNews.com.
Foto : Istemewah

Pengamat politik dari UPH, Emrus Sihombing menilai, PDIP merupakan partai besar dengan historikal yang panjang. Untuk itu dalam menentukan calon presiden (capres) yang akan diusung dibutuhkan perhitungan matang.

Sebagaimana diketahui, elektabilitas kader PDIP Ganjar Pranowo melejit jelang Pemilu 2024 nanti. Namun demikian bukan rahasia lagi bahwa PDIP juga dapat saja mengusung Puan Maharani sebagai capres mengingat kuatnya pengaruh Megawati dalam partai berlambang banteng tersebut.

“Dua sosok ini (Puan dan Ganjar) sama-sama memiliki prestasi di bidangnya masing-masing, sehingga menurut saya PDIP butuh perhitungan yang matang untuk mengusung capresnya,” kata Emrus saat dihubungi Republika, Ahad kemarin (4/12/2022).

Menurut Emrus, secara ideal penentuan capres harusnya dilakukan partai sejak lima tahun sebelum pemilu dimulai. Hal ini untuk mempersiapkan calon yang terpilih tersebut secara matang untuk dapat mengemban perannya secara maksimal.

Dia mengapresiasi langkah Nasdem yang telah lebih dulu menentukan Anies Baswedan sebagai capresnya. Di sisi lain dia menilai, tingginya elektabilitas seorang kader tidak menjadi jaminan dia akan memenangi pemilu.

Dia mencontohkan saat Ganjar Pranowo pertama kali mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Jawa Tengah. Kala itu, kata dia, elektabilitas Ganjar sangat rendah namun nyatanya dia dapat memenangkan pemilihan.

Sehingga Emrus menilai, tingginya elektabilitas seorang kader belum dapat menjadi jaminan memenangkan pemilu. Yang lebih penting adalah, kata dia, soliditas kerja ‘mesin’ partai yang nampak di permukaan.

“Elektabilitas tak menjamin, karena secara realitas kita lihat bagaimana partai memiliki ‘mesin’-nya tersendiri untuk mendukung calonnya,” kata dia. (Dilansir dari Republika, 5/12/2022) Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *