Wagub DKI Bantah Bila Ada Muatan Bisnis Dalam Proses Asesmen PTM

Jakarta-SarabaNews.com.

Foto : Istemewah 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membatah bila muatan bisnis dalam proses asesmen persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di DKI Jakarta.

Lanjut Riza di Balai Kota Jakarta , Selasa malam (21/9/2021) mengatakan tidak ada selubung bisnis, masa ada bisnis, sekolah itu bukan tempat berbisnis. Sekolah itu tempat pendidikan.

“Bayangkan APBD, APBN itu sampai 20 persen dialokasikan untuk kepentingan pendidikan. Artinya komitmen pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk kepentingan pendidikan sehingga tidak ada unsur bisnis dalam pendidikan,” ujarnya.Riza mengatakan dalam dunia pendidikan, pemerintah justru mengeluarkan uang. Hal itu terlihat dari alokasi anggaran di APBD maupun APBN.

Namun sebelumnya, Kepala Bidang Advokasi Guru P2G Iman Zanatul Haeri mengungkapkan kewajiban orang tua, murid dan guru untuk mengisi modul asesmen persiapan PTM terbatas sarat muatan bisnis.

“P2G menilai skema kerja sama Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang menyerahkan sebagian syarat pembukaan PTM¬†terbatas ke salah satu perusahaan platform pembelajaran patut diduga sarat muatan bisnis,” kata Iman dalam keterangan tertulis.Dalam pelaksanaan asesmen PTM tersebut Dinas Pendidikan DKI bekerja sama dengan perusahaan platform pembelajaran swasta bernama¬†sekolah.mu.

Iman mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan bahwa dalam modul asesmen PTM tersebut ditemukan sejumlah pertanyaan yang tidak relevan dan diajukan kepada para guru, siswa, dan orang tua.

Selain itu, mereka juga menemukan instruksi yang menuntut agar para siswa mengisi formulir Club Member yang menanyakan sejumlah informasi data pribadi siswa.

Para siswa, menurutnya, juga diarahkan untuk mengenal paket-paket pendidikan komersial yang tak ada kaitan dengan persiapan PTM terbatas.

“Alih-alih menyiapkan PTM Terbatas, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta malah memberikan ruang praktik komersialisasi terselubung, dengan memberikan otoritas asesmen pembukaan sekolah kepada salah satu perusahaan pembelajaran digital,” ujarnya.(dilansir dari CNNIndonesia, 22/9/2021) RM

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *