NasDem Tegaskan Mencapreskan Anies Baswedan Karena Miliki Integritas dan Kredibilitas yang Jelas  

JAKARTA — SarabaNews.com.

Foto : Istemewah

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Nasdem, Ahmad Ali, menegaskan, keputusan Partai Nasdem mendukung Anies Baswedan bukan semata-mata karena Anies seorang Muslim. Ahmad mengatakan, Nasdem melihat Anies merupakan sosok yang mumpuni.

“Yang ingin saya sampaikan mencalonkan Anies menjadi capres bukan karena pertimbangan karena dia seorang Islam semata, tetapi karena dia punya integritas dan kredibilitas yang jelas,” kata Ahmad Ali dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/11/2022).

Ahmad juga menegaskan keputusan Nasdem mendukung Anies bukanlah merupakan keputusan sembrono.

Menurutnya, Nasdem melakukan pertimbangan yang sangat matang untuk mewakili keadilan masyarakat Indonesia. “Karena mengenalkan capres sebagai calon pemimpin adalah kewajiban rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Selain karena kapasitas yang mumpuni, Ahmad menilai sosok Anies salah satu deklarator Partai Nasdem. Anies yang membacakan manifesto Ormas Nasional Demokrat, cikal bakal Partai Nasdem yang diyakini bisa mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ia menambahkan, konteks pencalonan Anies sebagai capres tidak lain dan tidak bukan untuk berusaha menunaikan janji bernegara dengan melahirkan kesejahteraan dan keadilan bagi bangsa Indonesia. “Untuk itulah, kami mencalonkan Pak Anies menjadi capres yang kami yakini Insyaallah ketika beliau diamanahkan oleh rakyat, beliau bisa melahirkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia,” ucapnya.

Anggota Komisi III itu mengakui, untuk mewujudkan keadilan serta kesejahteraan tidak mudah dijalankan oleh Nasdem sendiri. Namun Ahmad meyakini dengan kerja sama dari seluruh stakeholder akan mempermudah. “Insya Allah ini bukan hal sulit memenangkan Anies di Pilpres 2024 nanti,” ungkapnya.

Ahmad Ali juga meminta semua pihak merapatkan barisan. Sebab, menghadapi pemilu 2024, banyak kelompok-kelompok intoleran yang mencoba-coba merubah NKRI.

“Itu musuh kita bersama. Tentunya ini tidak bisa dijawab dengan narasi, ini bisa dijawab dengan kerja, kerja, kerja,” katanya. (Dilansir dari Republika, 5/11/2022) Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *