Mahasiswa KKN IAIN Kendari Ajak Masyarakat Pesisir Lestarikan Mangrove di Konkep

LANGARA-SarabaNews.com

Foto : Istemewah

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari angkatan VII tahun 2021 gelar program tanam mangrove di pesisir pantai Wawonii yakni di Desa Tumbu Tumbu Jaya Kecamatan Wawonii Tengah.

Koordinator Desa (Kordes) Mahasiswa KKN IAIN Kendari di Desa Tumbu Tumbu Jaya, Rahman mengaku kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama dan dukungan penuh dari Pemerintah Desa dan masyarakat Tumbu Tumbu Jaya untuk melestarikan mangrove di pesisir pantai yang dianggap mulai terkena abrasi akibat kurangnya tumbuhan mangrove.

“Informasi dari Pemerintah setempat bahwa Desa Tumbu Tumbu Jaya ini dibentuk melalui program transmigrasi khusus nelayan atau trans nelayan yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan, sehingga perlu menjaga kelestarian biota laut termasuk hutan mangrove, sehingga Kami mencoba membuat program bersama masyarakat setempat untuk berupaya melestarikan mangrove dengan cara menanam mangrove dipesisir pantai yang mulai terkena abrasi, ini hanyalah langkah kecil yang bisa kami lakukan semoga bermanfaat,” harapnya.

Selain aktivitas tanam mangrove, Mahasiswa KKN IAIN Kendari di Desa Tumbu Tumbu Jaya juga melakukan beberapa program keagamaan dan kegiatan olah raga saat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-76 di tingkat Desa Tumbu Tumbu Jaya.

“Alhamdulillah, dengan dukungan Pemerintah setempat dan masyarakat, kami juga terlibat dalam beberapa kegiatan seperti lomba Adzan, lomba hafalan ayat-ayat pendek untuk tingkat SD dan SMP dan juga kegiatan olah raga seperti pertandingan Futsal, Sepak Takraw, dan Bola Gotong,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Tumbu Tumbu Jaya, Zulkifli menyampaikan terima kasih kepada Mahasiswa KKN IAIN Kendari khususnya di Desa Tumbu Tumbu Jaya yang telah berupaya mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dengan beberapa kegiatan termasuk tanam mangrove.

“Dengan adanya Mahasiswa KKN dari IAIN Kendari yang mengabdikan diri selama kurang lebih 40 hari, Kami merasa sangat terbantu baik dalam kegiatan keagamaan maupun kegiatan-kegiatan lainnya, apalagi dengan program tanam mangrove, salah satu program yang mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan, dan memang sektor kelautan ini adalah salah satu sektor andalan kami sebagai satu-satunya desa trans nelayan di Konawe Kepulauan,” katanya. (Dilansir dari konkepkab.go.id, 6/11/2021) Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *