Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! Komentar kondisional IE diabaikan oleh semua browser yang didukung. in /home/u1551005/public_html/sarabanews.com/wp-includes/functions.php on line 6170
Gerindra dan PDIP Ajak Demokrat untuk Koalisi ; SBY Nilai Hal itu Tulus tidak Menyalahi Demokrasi  - Saatnya Rakyat Bicara

Gerindra dan PDIP Ajak Demokrat untuk Koalisi ; SBY Nilai Hal itu Tulus tidak Menyalahi Demokrasi 

JAKARTA – SarabaNews.com.
Foto : Istemewah

Partai Gerindra membuka pintu untuk Partai Demokrat bergabung di Koalisi Indonesia Maju. Menurut Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dalam politik semua bisa terjadi.

“Dinamika politik bisa saja terjadi,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat kemarin, (1/9/2023).

Dasco mengatakan, koalisi Gerindra dengan PKB juga telah otomatis bubar karena PKB telah menerima kerjasama dengan Partai NasDem.

“Dengan dinamika yang terjadi serta terhadap keputusan yang telah diambil oleh PKB yaitu menerima kerjasama politik dengan Partai NasDem, sehingga otomatis menyebabkan kerjasama politik Gerindra dan PKB berakhir atau koalisi KKIR menjadi bubar dengan sendirinya,” ujar Dasco.

Sementara soal apakah akan mencari calon wakil presiden NU untuk mengisi kekosongan dari PKB, Dasco belum mau menjawab. Wakil ketua DPR ini mengatakan, hal tersebut menjadi dinamika politik ke depan.

“Dinamika, nanti wartawan tunggu kabar baru,” katanya.

Partai Demokrat sendiri resmi mencabut dukungan ke bakal calon presiden Koalisi Perubahan Anies Baswedan. Hal itu diputuskan usai menggelar rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Cikeas, Jawa Barat, Jumat kemarin, (1/9/2023).

“Pertama Demokrat cabut dukungan Anies Baswedan sebagai capres pilpres 2024,” kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, saat konferensi pers.

Selain mencabut dukungan ke Anies, Partai Demokrat juga resmi keluar dari Koalisi Perubahan yang telah dibangun bersama Partai NasDem dan PKS.

“Kedua Partai Demokrat tidak lagi berada di dalam koalisi perubahan untuk persatuan karena terjadi peningkatan kesepakatan yang dibangun selama ini,” imbuh dia.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan ajakan dari PDIP dan Partai Gerindra untuk berkoalisi. Dia menilai ajakan tersebut dinilai tulus dan tidak menyalahi demokrasi.

“Pihak Pak Ganjar capres Ganjar Pranowo itu mengajak kalau Partai Demokrat bisa bergabung ke pihak beliau, ditandai dengan pertemuan Mbak Puan dengan AHY beberapa saat yang lalu,” kata SBY, dalam sambutannya.

“Kedua, Pak Prabowo, beliau datang ke Pacitan menemui saya dan menyampaikan saya juga ajakannya. Saya harus jujur mengatakan bahwa cara seperti itu adalah cara yang baik, sah, tidak salah, dan dibenarkan dalam demokrasi, dalam dunia politik,” sambung dia. (Dilansir dari Liputan6.com, 2/9/2023) Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *