Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! Komentar kondisional IE diabaikan oleh semua browser yang didukung. in /home/u1551005/public_html/sarabanews.com/wp-includes/functions.php on line 6170
Menuju Indonesia Emas 2045: Sinergi OJK, Pemda, dan BPR Bahteramas Pacu Budaya Menabung Pelajar Konawe - Saatnya Rakyat Bicara

Menuju Indonesia Emas 2045: Sinergi OJK, Pemda, dan BPR Bahteramas Pacu Budaya Menabung Pelajar Konawe

KONAWE — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara terus bergerak agresif dalam memperluas inklusi keuangan di kalangan generasi muda. Langkah teranyar dilakukan melalui kolaborasi strategis bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Konawe dan PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) guna mempercepat implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

​Langkah taktis ini tidak hanya sekadar mengejar target angka, melainkan bagian dari peta jalan besar untuk mencetak generasi yang cakap finansial (financially literate) demi menyongsong Indonesia Emas 2045. Selain itu, momentum ini sekaligus menjadi ajang pembuktian kesiapan Kabupaten Konawe dalam menghadapi penilaian bergengsi KEJAR Award 2026.

​Apa itu Program KEJAR?

Inisiatif strategis OJK untuk mendorong kepemilikan rekening simpanan oleh pelajar sejak dini. Tujuannya agar siswa akrab dengan layanan keuangan formal yang aman dan bertanggung jawab.

​Menghadapi Persaingan Ketat di Regional Sulawesi

​Pada ajang KEJAR Award 2026, OJK menerapkan aturan main baru yang lebih kompetitif melalui pembagian lima wilayah regional. Kabupaten Konawe dipastikan harus bekerja ekstra keras karena berada di zona kompetisi yang ketat. Kabupaten ini akan bersaing sengit dengan 81 kabupaten/kota lain di wilayah Sulawesi untuk memperebutkan predikat Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik.

​Deputi Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Indra Natsir Dahlan, menegaskan bahwa penilaian tahun ini jauh lebih komprehensif. OJK tidak lagi hanya melihat kuantitas atau seberapa banyak rekening yang berhasil dibuka.

​”Sinergi antara Pemda, BPR Bahteramas Konawe, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penentu. Penilaian KEJAR Award 2026 juga melihat komitmen regulasi, alokasi anggaran Pemda, integrasi program kerja TPAKD, keberlanjutan sosialisasi, hingga kualitas pelaporan yang akuntabel,” jelas Indra.

​Komitmen Tiga Pilar: Pemda, Lembaga Keuangan, dan Sekolah

​Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Konawe dan sektor perbankan lokal menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi menjemput bola ke sekolah-sekolah.

​1. Pemerintah Daerah: Dukungan Regulasi & Anggaran

​Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Konawe, Srijoko Wahyu Hendro, SE., M.Si., menyatakan bahwa Pemda berkomitmen penuh memperkuat koordinasi dengan satuan pendidikan.

​”Kami akan memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah dan lembaga jasa keuangan untuk mengakselerasi capaian program ini melalui langkah-langkah strategis yang berkelanjutan,” ujar Hendro.

​2. BPR Bahteramas: Layanan ‘Jemput Bola’ SimPel

​Sebagai motor penggerak dari sisi industri perbankan, PT BPR Bahteramas Konawe siap memfasilitasi pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) langsung di lingkungan sekolah.

​Direktur Utama BPR Bahteramas Konawe, Dr. Ahmat, SE., MM., menekankan pentingnya edukasi yang berbarengan dengan akses. “Kami tidak hanya memfasilitasi pembukaan rekening SimPel, tetapi juga memastikan pelaporan data capaian dilakukan secara tepat waktu dan akuntabel,” tegasnya.

​3. Satuan Pendidikan: Menanamkan Budaya Sejak Dini

​Sekolah menjadi garda terdepan tempat para siswa belajar menyisihkan uang saku mereka ke dalam sistem perbankan resmi, menjauhkan mereka dari risiko kejahatan keuangan atau literasi yang keliru.

​Urgensi Jangka Panjang: Mengapa Ini Penting?

​Di tengah gempuran tren gaya hidup digital dan kerentanan generasi muda terhadap penipuan keuangan online, Program KEJAR hadir sebagai perisai. Menabung di bank formal bukan lagi sekadar mengumpulkan uang, melainkan cara melatih kedisiplinan finansial, memahami konsep mitigasi risiko, dan memanfaatkan layanan keuangan yang legal serta aman.

​OJK meyakini, jika sinergi antara regulator, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan sekolah ini berjalan konsisten, Konawe tidak hanya berpeluang besar membawa pulang piala KEJAR Award 2026, tetapi juga berhasil melahirkan generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *