Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! Komentar kondisional IE diabaikan oleh semua browser yang didukung. in /home/u1551005/public_html/sarabanews.com/wp-includes/functions.php on line 6260
Wali Kota Kendari Ikuti Program Kepemimpinan di Situasi Krisis - Saatnya Rakyat Bicara

Wali Kota Kendari Ikuti Program Kepemimpinan di Situasi Krisis

KENDARI -SarabaNews.com.
Foto : Istemewah

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengikuti Leadership Development Programme for Disaster Risk Management: Kepemimpinan pada Situasi Krisis yang di The Trans Resort Bali Jalan Kerobokan-Seminyak, Bali, Sabtu kemarin (21/5/2022), yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Guna Menindaklanjuti Surat Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor : Und-1069/BNPB/SU/DL.02.02/04/2022 tanggal 28 April 2022 Hal Leadership Development Programme for Disaster Risk Management Kepemimpinan pada Situasi Krisis, dimana Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus berkomitmen untuk membangun kesiapan menghadapi bencana.

Komitmen itu membutuhkan kolaborasi, integritas dan langkah bersama antara pusat dan daerah.

Foto : Istemewah

Sehingga Peningkatan kapasitas khususnya para bupati dan wali kota menjadi perlu dilakukan secara terus menerus dan intensif.

Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi menyampaikan kata sambutan pada acara Pembukaan Kegiatan itu.

Dirinya mengharapkan kepada peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan seksama untuk kemudian dijadikan acuan dalam mengambil kebijakan strategi pengurangan risiko bencana dan langkah-langkah yang sistematis, terpadu dan terarah.

“Tentunya pengalaman dan pengetahuan yang mereka berikan nantinya merupakan hal yang sangat bernilai bagi kita semua,” ungkap Ali Mazi.

Menurutnya peningkatan kapasitas penanggulangan bencana tidak hanya bisa dilakukan di tingkat nasional saja, namun juga terhadap pelaku di daerah utamanya kepala daerah.

Sebab kepala daerah menjadi ujung tombak penanganan bencana karena, kepala daerah lebih memahami terkait situasi di daerahnya masing-masing. Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *