Kendari – Saatnya Rakyat Bicara.com

Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) bekerja sama dengan Tabularasa Consulting dan komunitas anime Akira menggelar Diskusi Publik bertema “Memahami Perubahan Sosial dan Identitas Diri Remaja” pada Sabtu, 18 Mei 2025, di Creme & Crema Coffee. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja di Kota Kendari mengenai pentingnya interaksi positif dan pemilihan lingkungan pergaulan yang baik.
Rahayu Kojongian SH.MH, dosen Sosiologi Hukum UM Kendari, dalam pemaparannya menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjauhkan remaja dari pergaulan bebas yang merugikan dan berpotensi melanggar hukum. “Kami ingin para remaja di Kendari memahami betapa pentingnya memilih teman dan lingkungan yang positif agar terhindar dari dampak buruk pergaulan bebas yang bisa berujung pada masalah hukum,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andi Rizki Amelia M.Psi, psikolog dari Tabularasa Consulting, mengajak para remaja untuk mulai mengenali dan mencari jati diri melalui pergaulan yang sehat. Ia juga menekankan pentingnya merancang visi dan misi untuk masa depan sejak dini. “Masa remaja adalah waktu yang tepat untuk mulai mengenali diri sendiri dan menentukan arah tujuan hidup. Pergaulan yang sehat akan sangat membantu dalam proses ini,” kata Andi Rizki Amelia.
Sementara itu, Purnama, ketua komunitas anime Akira, mengajak para remaja di Kota Kendari untuk bergabung dengan komunitas mereka. Ia menjelaskan bahwa komunitas anime Akira tidak hanya berfokus pada hobi, tetapi juga memiliki berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat. “Kami ingin menunjukkan bahwa komunitas hobi juga bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Kami terbuka bagi seluruh remaja di Kendari yang ingin bergabung dan melakukan kegiatan positif bersama,” ungkap Purnama.
Kegiatan Diskusi Publik ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para remaja di Kendari untuk mendapatkan wawasan baru tentang perubahan sosial, pentingnya mengenali identitas diri, serta memilih pergaulan yang sehat demi masa depan yang lebih baik.