Kendari-SaatnyaRakyatBicara.com

Wajah ekonomi Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang tahun 2025 menunjukkan performa yang memikat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sultra melaporkan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan di Bumi Anoa tetap kokoh dengan lonjakan kepercayaan investor lokal yang luar biasa.
Hingga Desember 2025, aset perbankan di Sultra tercatat mencapai angka fantastis Rp63,25 triliun. Tak hanya di sektor perbankan, gairah investasi masyarakat di pasar modal pun melonjak tajam sebesar 42,67% secara tahunan. Kini, terdapat lebih dari 157 ribu investor (SID) di Sultra, dengan instrumen reksa dana menjadi primadona utama.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menegaskan bahwa pertumbuhan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan ekonomi yang inklusif.
”Sinergi antara kinerja aset yang solid dan program edukasi masif memastikan sektor keuangan tetap resilien dalam mendukung pemerataan ekonomi daerah,” ujarnya dalam peluncuran infografis kinerja 2025 di Kendari (2/3).
Menatap 2026: Hilirisasi Pertanian & Desa Inklusif
Memasuki tahun 2026, OJK Sultra tidak mengendurkan gas. Fokus strategis kini diarahkan pada Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang menyasar komoditas unggulan lokal: Kakao dan Sagu. OJK juga tengah menyiapkan pembentukan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Sorue Jaya guna memastikan akses modal menjangkau hingga ke pelosok desa.