Kendari-Saatnya Rakyat Bicara.com

Pemberitaan terkait dugaan korupsi di Bagian Umum Pemerintah Kota Kendari tahun anggaran 2020 belakangan ini menjadi sorotan hangat di kalangan masyarakat Kendari. Sejumlah pihak menilai pemberitaan tersebut tendensius dan berupaya menggiring opini publik untuk mengaitkan nama Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran (SKI), dalam pusaran kasus yang kini tengah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Relawan SKI-Sudirman, Asnar, buka suara. Ia menegaskan bahwa sejak awal kasus ini bergulir, dirinya sudah menduga akan ada upaya dari pihak-pihak tertentu untuk menyeret nama SKI, meskipun secara hukum tidak ada keterkaitan yang jelas.
“Dari awal kasus ini bergulir saya yakin nama SKI akan ditarik-tarik. Tapi meskipun ditarik seperti apa, tidak akan bisa, karena sejauh saya ikuti, tidak pernah ada pernyataan aparat penegak hukum yang menyebut nama SKI terlibat dalam kasus ini,” ujar Asnar pada Selasa (1/7/2025).
Asnar juga menyoroti pemberitaan yang menyebut SKI menerima uang. Menurutnya, hal tersebut perlu dilihat dari konteks dan kedudukan hukum SKI saat itu sebagai Wakil Wali Kota Kendari. Ia menjelaskan bahwa SKI memiliki hak atas anggaran yang disediakan negara, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Aturan tersebut menyebutkan adanya anggaran rumah tangga dan hak-hak lain yang sah digunakan oleh kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk pelaksanaan tugas.
“Kita harus pahami dulu, itu uang apa yang diterima. Karena saat itu beliau pejabat negara dan memang memiliki hak atas dana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000,” tambahnya.
Lebih lanjut, Asnar mengutip pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kendari yang telah secara terbuka menyatakan bahwa fokus perkara korupsi ini adalah pada anggaran makan minum Sekda, bukan pada anggaran untuk pimpinan daerah.
“JPU secara jelas sudah mengatakan bahwa apa yang diterima oleh Ibu Siska saat itu merupakan haknya sebagai Wakil Wali Kota. Tidak ada masalah hukum di sana. Tapi tetap saja ada pihak-pihak yang mencoba menggiring opini agar beliau terseret,” tegasnya.
Melihat kondisi ini, Relawan SKI-Sudirman mengimbau masyarakat Kota Kendari agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang belum tentu benar dan cenderung menggiring opini. Asnar juga mengingatkan bahwa saat ini pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Siska Karina Imran dan Sudirman, tengah berfokus pada upaya pemulihan dan pembangunan Kota Kendari pascabencana.
“Pemimpin kita sedang fokus membenahi kota ini untuk menjadi lebih baik lagi. Mari kita dukung dan doakan agar mereka selalu diberi kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah rakyat,” pungkas Asnar.