Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! Komentar kondisional IE diabaikan oleh semua browser yang didukung. in /home/u1551005/public_html/sarabanews.com/wp-includes/functions.php on line 6170
Ratusan Orang Atasnamakan Majelis Sang Presiden Hadiri Acara Deklarasi Dukungan Terhadap Anies Baswedan Capres 2024  - Saatnya Rakyat Bicara

Ratusan Orang Atasnamakan Majelis Sang Presiden Hadiri Acara Deklarasi Dukungan Terhadap Anies Baswedan Capres 2024 

JAKARTA – SarabaNews.com.

Foto : Istemewah

Aparat kepolisian memanggil pihak penyelenggara ‘Deklarasi Anies Baswedan sebagai Presiden Republik Indonesia Periode 2024-2029′ untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Pemeriksaan tersebut terkait kemunculan bendera mirip Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bertuliskan kalimat tauhid ketika acara ‘Deklarasi Anies Baswedan sebagai Presiden Republik Indonesia Periode 2024-2029’.

Acara deklarasi dukungan Capres 2024 terhadap Anies Baswedan itu digelar oleh ratusan orang yang mengatasnamakan Majelis Sang Presiden di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2022).

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto menerangkan, pemeriksaan saksi masih berlangsung hingga sore di Polres Metro Jakarta Selatan.

“Kita sedang melakukan pendalaman. Beberapa orang dimintai keterangan dan proses masih berjalan,” ujar Budhi saat dihubungi, Rabu (8/6/2022).

Budhi menyebut, dua orang saksi diantaranya berasal dari panitia kegiatan dan sekuriti setempat.

“(Dari panitia), dari sekuriti juga,” ucap dia.

Budhi menerangkan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Dia pun belum bisa berbicara secara mendetail.

“Masih proses. Karena belum final,” ucap dia.

Sebelumnya, Polisi saat ini tengah mengusut kemunculan bendera mirip Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bertuliskan kalimat tauhid pada saat acara ‘Deklarasi Anies Baswedan sebagai Presiden Republik Indonesia Periode 2024-2029’.

Acara deklarasi dukungan terhadap Anies Baswedan itu digelar oleh ratusan orang yang mengatasnamakan Majelis Sang Presiden di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2022).

“Lagi kami lidik,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Solpanit dalam keterangannya, Rabu (8/6/2022).

Sebelumnya seperti dilansir Merdeka.com, bendera bertuliskan kalimat tauhid terpasang di atas panggung berdampingan dengan bendera merah putih. Letak bendera itu berada di kanan dan kiri panggung.

Bendera itu lantas diminta panitia diturunkan lantaran khawatir dianggap sebagai bendera organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Turunin itu bendera. Antum sayang pak Anies enggak? Kalau sayang turunin itu bendera,” ujar salah satu orang panitia yang sempat bersitegang.

Terlihat dua panitia yang tampak seragam mengenakan jubah putih dan sorban yang meminta bendera tersebut diturunkan. Beberapa lainnya tampak menggunakan gamis berwarna hitam.

“Kita enggak mau menjebak Pak Anies,” ujar salah satu panitia.

Terkait ketegangan tersebut, Alif Akbar, salah satu panitia menjelaskan, ketegangan itu terjadi sebagai bentuk antisipasi adanya salah tangkap persepsi terhadap kehadiran bendera tauhid yang dianggap HTI.

“Kalau itu bentuk kecintaan kita satu sama lain, dikarenakan kita Umat Islam harus saling mengingatkan apabila ada kesalahan itu bentuk kecintaan aja tidak ada bentuk suatu masalah besar di sini,” ucap Alif Akbar.

“Jadi itu bukan suatu hal yang menurut saya suatu hal yang sifatnya dibesar-besarkan. Itu bentuk kecintaan kita untuk saling mengingatkan dan seperti itu,” jelas dia.

Usai bersitegang itu, lantas panitia menurunkan empat bendera tersebut. Terlihat hanya menyisakan dua pasang bendera merah putih di atas panggung.

Setelah itu, barulah acara berlanjut ke pembacaan doa yang dipimpin salah satu panitia dan dilanjutkan dengan pernyataan deklarasi yang diikuti seluruh peserta di atas panggung. (Dilansir dari Liputan6, 8/6/2022) Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *