Kendari-SarabaNews.com

“Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil adalah sesuatu yang pasti lenyap.” ( QS Al-Isra’[17]:81 )
Fiat justitia ruat coeleum keadilan harus ditegakan meskipun langit akan runtuh. Unsur penegakkan supremasi hukum Indonesia sudah lengkap berupa, Undang-Undang, Institusi Hukum, serta Aparat penegak hukum tetapi harapan terciptanya keadilan bagi seluruh rakyat sesuai dengan asas persamaan (equality before the law), masih jauh panggang dari api. Semua terbentur oleh kadar moralitas aparat penegak hukum yang sangat rendah. Padahal moral adalah roh dari penegakkan hukum (quid leges sine moribus).
Dari rangkayan peristiwa yang terjadi yang anator ikuti mulai dari peristiwa penembakan Lascar Front Pembela Islam (FPI),kemudian kebakaran Kejaksaan Agung, hingga peristiwa penembakan Polisi oleh Polisi dirumah dinas Pejabat POLRI.
Fakta unik dari rentetan peristiwa diatas adalah keterlibatan seorang jenderal dalam menangani case (kasus) tersebut sehingga barang bukti yang sama yaitu CCTV dinyatakan rusak.
Bagaimana tidak, peristiwa penembakan yang terjadi di tol Jakarta-Cikampek tepatnya km 50 yang menewaskan 6 orang Lascar Front Pembela Islam (FPI) dilakukan oleh polisi yang kemudian para pelaku di vonis bebas oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan alasan pembenaran, yakni melakukan penembakan dengan membela diri. sementara bukti yang diduga kuat diantaranya CCTV yang merekam seluruh rangkayan peristiwa tersebut dinyatakan rusak.
Lalu kemudian peristiwa kebakaran Kejaksaan Agung dimana case (kasus) ini ditangani Jenderal yang sama dengan bukti yang sama yaitu CCTV rusak
Dan berakhir pada penembakan Polisi oleh Polisi di rumah Polisi yang mengakibatkan CCTV Rusak/Hilang, yang sampai sekarang masih bergulir yang motifnya belum diketahui.
Apakah ini secara kebetulan atau sudah menjadi kebiasaan? Wallahualam.
Sederet peristiwa tersebut anator kemudian berspekulasi bawah penegakkan supremasi hukum yang selama ini di identikan untuk menemukan kebenaran yang sebenarnya, lalu kemudian di kebiri untuk menegakan kebatilan, maka bagaimana nasib bangsa ini kedepan?
Sekali lagi, keadilan harus ditegakan meskipun langit akan runtuh semangat aksioma ini sebenarnya harus ditanamkan di dalam dada (sanubari) para penegak hukum, sayangnya langit sudah mau runtuh hukum belum ditegakan.
Penulis LA ODE SAWAL ABDUL AZIS, SH
Alumni FH UMK