Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/u1551005/public_html/sarabanews.com/wp-includes/functions.php on line 6131
FGD POLDA SULTRA, DIKBUD, UHO Dalam Penulisan Buku "Merawat Keberagaman Budaya Di Sulawesi Tenggara" - Saatnya Rakyat Bicara

FGD POLDA SULTRA, DIKBUD, UHO Dalam Penulisan Buku “Merawat Keberagaman Budaya Di Sulawesi Tenggara”

Kendari-SarabaNews.Com

Foto : SarabaNews.Com

POLDA SULTRA, Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi Tenggara, dan Universitas Haluoleo mengadakan Forum Group Discussion (FGD) dalam penulisan buku ” Merawat Keberagaman Budaya Di Sulawesi Tenggara” yang berlangsung di Aula SMUN 1 Kendari, (Kamis,7/4/2022).

Dalam FGD yang ke-6 kali ini. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi SULTRA yang diwakili oleh Kepala Dinas(KADIS) Drs. Asrun Lio M.Hum. PhD, POLDA SULTRA dihadiri Wakil Direktur Intel 3 AKBP Edy Suprianto, SE. M.AP, Universitas Haluoleo yang diwakili Prof. La Niampe. Dimana pesertanya dihadiri dari perwakilan berbagai etnis yang ada di Sulawesi Tenggara.

Foto : SarabaNews.Com

Dalam sambutannya AKP Edy Suprianto mengatakan “tujuan kegiatan FGD dan penertiban buku ini adalah dengan merawat keberagaman semua etnis yang ada guna untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS) akan lebih baik dan kondusif di bumi anoa yang kita cintai ini”. Untuk itu mohon kerjasama dan dukungannya dalam penulisan buku tersebut, dimana rencana nanti bulan juni 2022 agar bisa launching sesuai target yang diharapkan.

Lebih lanjut Sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi SULTRA Asrun Lio sekaligus membuka acara kegiatan mengatakan “Kegiatan FGD sebelumnya sukses dilaksanakan di Bombana, Buton, Muna, Konawe, Kolaka. Dan sekarang berlangsung di Kota Kendari dengan pendekatan kebudayaan untuk mewakili seluruh etnis yang ada baik etnik yang besar dan etnik yang kecil. Keragaman itu kita harus akui namun tidak mencari perbedaan tapi bagaimana menciptakan unsur kebersamaan dibungkus dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)” dan falsafah Pancasila Berbeda tetap satu jua, imbuhnya.

Foto : SarabaNews.Com

Hal senada juga dikatakan Prof. La Niampe mengatakan “Keberagaman itu perlu dilestarikan namun tidak menonjolkan entitas suku yang ada namun sebagai aset kebudayaan nasional. Kegiatan ini juga didukung oleh Dirjen Kebudayaan Dan nantinya akan dilaksanakan FGD selanjutnya, sebelum finalisasi peluncuran buku tersebut diluncurkan. Dimana hasilnya akan diproduksi dan dibagi ke pihak sekolah-sekolah secara gratis khususnya Sekolah Lanjutan Tingkat Atas(SLTA) dan sederajat. Adapun mengenai dengan jumlah buku yang diterbitkan dan mengenai finansial, kita serahkan ke Pemerintah Propinsi”,terangnya.

Adapun point dari hasil diskusi kegiatan FGD ini, yakni ;

1. Bagaimana mempertahankan nilai, cara itu dapat berbeda tapi nilai Keberagaman itu tetap dipertahankan.

2.Tidak menonjolkan entitas etnik untuk menghindari gesekan.

3. Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

4. Sikap toleransi dan saling menghormati terhadap etnis yang ada karena yang dapat melestarikan budaya etnis tersebut, tidak terlepas dari etnis itu sendiri.

5. Tidak menggunakan redaksi kalimat Etnis besar dan etnis kecil, tapi menggunakan istilah keberagaman etnis

6. Mengenai judul buku yang akan diluncurkan itu nanti disesuaikan dengan tulisan buku itu sendiri. Karena kata merawat keberagaman itu apanya yang dirawat, dan apakah sebelumnya rusak sehingga perlu dirawat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *