KENDARI – Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh unggahan viral seorang anggota Persit berinisial WN yang melayangkan berbagai tudingan. Menanggapi riuh rendah di media sosial, Komandan Kodim (Dandim) 1417/Kendari, Kolonel Arm Danny A.P. Girsang, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan duduk perkara yang sebenarnya.

Bukan kasus baru, Danny membeberkan bahwa perselisihan rumah tangga tersebut merupakan residu masalah lama yang sudah bergulir sejak dua tahun silam. Berikut adalah poin-poin mendalam hasil investigasi internal Kodim Kendari:
Sanksi Disiplin yang Sudah Dituntaskan
Pihak TNI menegaskan tidak tinggal diam terhadap pelanggaran anggotanya. Prajurit yang merupakan suami WN diketahui telah menjalani hukuman disiplin pada awal tahun 2025. Langkah ini diambil sebagai bentuk ketegasan satuan terhadap standar etika prajurit, sekaligus upaya awal untuk meredam konflik.
Fakta Mengejutkan: Penelantaran Tiga Buah Hati
Dibalik narasi yang berkembang di media sosial, pendalaman lanjutan Kodim 1417/Kendari mengungkap sisi lain yang memprihatinkan. WN diduga telah meninggalkan suami dan ketiga anaknya tanpa alasan yang jelas.
Tak hanya meninggalkan rumah, WN juga diduga menelantarkan keluarganya hingga saat ini. Ironisnya, laporan internal menyebutkan sejumlah perabotan dan isi rumah kediaman mereka telah dijual oleh pihak perempuan.
Indikasi Masalah Kejiwaan dan Pihak Ketiga
Dandim Danny menyebutkan bahwa akar persoalan ini diduga kuat berkaitan dengan kondisi psikologis.
”Hasil pendalaman kami mengindikasikan adanya persoalan kepribadian dan kejiwaan dari pihak istri prajurit,” ungkap Danny.
Selain itu, ditemukan bukti-bukti awal yang menunjukkan adanya keterlibatan pihak ketiga atau hubungan asmara WN dengan pria lain, yang memperkeruh keharmonisan rumah tangga mereka.
Laporan Nihil Bukti di Denpom
Sebelum viral, WN sempat melaporkan kembali suaminya ke Denpom Kendari dengan sangkaan yang sama. Namun, penyelidikan resmi berkata lain. Denpom menyatakan tidak menemukan alat bukti yang cukup kuat untuk melanjutkan laporan tersebut, sehingga kasus dikembalikan ke satuan Kodim untuk pembinaan internal.
Upaya Mediasi di Tengah Dugaan Motif Lain
Kolonel Danny menduga ada motif terselubung di balik mencuatnya kembali kasus lama ini ke permukaan publik. Meski demikian, Kodim Kendari berkomitmen untuk tidak sekadar menghukum, tetapi mengupayakan solusi yang bijak.
”Kami berupaya meredam situasi agar tidak semakin memanas. Fokus kami adalah menjaga keutuhan keluarga jika memungkinkan, dan memastikan masa depan anak-anak mereka tidak dikorbankan,” tutupnya sembari mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi di media sosial.