BEKASI – Provinsi Sulawesi Tenggara mengukuhkan posisinya sebagai salah satu garda terdepan dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan nasional setelah berhasil menyapu bersih empat penghargaan bergengsi pada ajang KEJAR Award 2026.
Pencapaian memukau ini menegaskan komitmen berkelanjutan seluruh pemangku kepentingan di Bumi Anoa dalam membangun fondasi ekonomi masyarakat sejak dini melalui budaya menabung yang terstruktur dan masif.
Penganugerahan tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari Puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang berlangsung meriah di Bekasi, Jawa Barat.
Mengusung tema besar “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”, perhelatan tahunan ini dirancang untuk mempercepat terbentuknya kemandirian finansial masyarakat, khususnya bagi generasi muda di seluruh pelosok Tanah Air.
Ajang puncak nasional tersebut dipusatkan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi dengan dihadiri lebih dari 1.100 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, serta jajaran pejabat tinggi negara.
Turut hadir dalam seremoni penting ini Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi bersama Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono.
Hadir pula Anggota Dewan Komisioner LPS Ferdinand D. Purba, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan Herman Saheruddin.
Kehadiran para wakil gubernur, bupati, wali kota, serta pimpinan industri jasa keuangan dari berbagai wilayah di Indonesia kian mempertegas pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan program ini.
Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) sendiri menjadi instrumen utama pemerintah dan OJK untuk mengejar target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada tahun 2045 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).
Dalam pemaparannya, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional masing-masing telah menyentuh angka 69,57 persen dan 93,61 persen.
Kendati angka agregat nasional tersebut telah melampaui target yang ditetapkan, OJK memberikan catatan khusus pada segmen pelajar dan mahasiswa yang capaiannya masih berada di bawah rerata nasional.
Kondisi tersebut mendorong OJK untuk makin gencar memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjangkau kelompok usia muda secara lebih efektif dan berdampak.
Friderica menegaskan bahwa memupuk kebiasaan menabung tidak boleh ditunda hingga seseorang memiliki dana yang melimpah, melainkan harus dimulai dari langkah-langkah kecil secara konsisten.
Menurutnya, konsistensi dalam menyisihkan sebagian kecil uang secara rutin justru menjadi kunci utama dalam membangun akumulasi kekayaan dan stabilitas finansial di masa depan.
Pemahaman mendasar inilah yang terus ditanamkan kepada kalangan pelajar agar mereka tidak terjebak dalam pola konsumsi yang berlebihan sejak usia muda.
Dalam sesi Leaders’ Insight, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menambahkan perspektif mengenai nilai strategis dari budaya menabung.
Dicky menekankan bahwa menabung tidak sekadar berurusan dengan angka-angka nominal atau pengelolaan simpanan di bank, melainkan sebuah proses pembentukan karakter yang mendalam.
Aktivitas menabung secara teratur dinilai mampu melatih kedisiplinan, mengasah kontrol diri, serta membentuk mentalitas pemikiran jangka panjang pada anak-anak.
Keberhasilan Sulawesi Tenggara meraih empat penghargaan sekaligus dalam KEJAR Award 2026 menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai tersebut telah terimplementasi secara efektif di daerah.
Penghargaan pertama disabet oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang dinobatkan sebagai Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Tingkat Provinsi Regional Sulawesi.
Prestasi ini menjadi pengakuan atas kepemimpinan Pemprov Sultra dalam menerbitkan kebijakan pro-inklusi serta mengordinasikan instansi pendidikan di wilayahnya.
Penghargaan kedua diraih oleh Pemerintah Kota Kendari sebagai Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Regional Sulawesi.
Pemkot Kendari dinilai sukses menjalankan berbagai aksi nyata di tingkat tapak, memfasilitasi pembukaan rekening pelajar secara masif di sekolah-sekolah perkotaan.
Sektor perbankan daerah juga menunjukkan performa luar biasa, terbukti dari diraihnya penghargaan ketiga oleh PT BPD Sulawesi Tenggara (Bank Sultra).
Bank Sultra dianugerahi gelar sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan Implementasi KEJAR Terbaik Wilayah Sulawesi atas keaktifannya menghadirkan layanan perbankan yang ramah anak.
Sementara itu, penghargaan keempat diraih oleh PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) sebagai BPR/BPRS dengan Implementasi KEJAR Terbaik Wilayah Sulawesi.
Keberhasilan BPR Bahteramas Konawe membuktikan bahwa lembaga keuangan mikro daerah mampu menjadi ujung tombak dalam menjangkau pelajar di kawasan sub-urban dan pedesaan.
Menanggapi capaian gemilang tersebut, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara Bismi Maulana Nugraha menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak terkait.
Bismi menegaskan bahwa empat piala KEJAR Award 2026 ini merupakan buah manis dari kerja keras bersama dan komitmen kolektif yang terjaga di Sulawesi Tenggara.
Sinergi yang solid antara pemerintah daerah, perbankan, satuan pendidikan, para guru, hingga orang tua siswa menjadi kunci utama di balik kesuksesan perluasan akses keuangan pelajar.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan OJK Sultra kepada Pemprov Sultra, Pemkot Kendari, Bank Sultra, BPR Bahteramas Konawe, serta seluruh pemangku kepentingan yang tak lelah berkontribusi.
Tidak berhenti pada penerimaan penghargaan, OJK Sultra telah menyiapkan langkah strategis untuk terus memperluas jangkauan Program KEJAR di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
Fokus utama ke depan mencakup peningkatan jumlah kepemilikan rekening aktif bagi seluruh siswa di wilayah daratan maupun kepulauan Sultra.
Selain itu, peningkatan frekuensi dan aktivitas menabung pelajar akan terus didorong melalui kampanye edukasi yang menarik dan relevan dengan gaya hidup generasi muda.
OJK Sultra juga berkomitmen memperkuat materi literasi keuangan di sekolah-sekolah agar pelajar tidak hanya memiliki rekening, tetapi juga memahami cara mengelola risiko finansial.
Optimalisasi peran industri jasa keuangan bakal ditingkatkan guna menjamin bahwa seluruh produk perbankan bagi pelajar bersifat mudah, aman, terjangkau, dan fleksibel.
Hambatan geografis di wilayah kepulauan Sulawesi Tenggara akan diatasi dengan pemanfaatan teknologi perbankan digital dan layanan perbankan tanpa kantor.
Momen Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 ini diharapkan menjadi pemicu bagi penguatan budaya finansial yang sehat di tengah masyarakat Sultra.
Dengan keterlibatan aktif guru dan orang tua, kebiasaan mengelola uang secara bijak dipastikan dapat tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari anak.
Keberhasilan Sulawesi Tenggara di ajang nasional ini menjadi patokan sekaligus inspirasi bagi daerah lain dalam menggalakkan inklusi keuangan sejak dini.
Melalui kolaborasi yang kokoh dan berkelanjutan, Sulawesi Tenggara optimistis mampu mencetak generasi muda yang cerdas finansial, mandiri, dan siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045.