
KENDARI – Dinamika dan ekosistem pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) kini tengah memasuki babak baru yang sangat menjanjikan dan progresif menuju standar nasional.
Hal tersebut terbukti dari terselenggaranya Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berskala masif yang sukses digelar di Kota Kendari.
Mengambil tempat di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Enam Enam Kendari, acara strategis yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 4 hingga 5 Agustus 2026 ini diinisiasi langsung oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX.
Tak tanggung-tanggung, kegiatan prestisius ini mempertemukan perwakilan dari 45 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh penjuru Sulawesi Tenggara, menjadikannya salah satu forum akademik terbesar di tahun ini.
Para peserta yang hadir pada acara tersebut bukanlah sembarang delegasi, melainkan para pimpinan unit penjaminan mutu dan pengelola SPMI yang menjadi motor penggerak kualitas di kampus mereka masing-masing.
Namun, sorotan utama dalam perhelatan akbar ini tidak hanya bertumpu pada tingginya kuantitas dan antusiasme peserta yang hadir, melainkan tertuju pada sang tuan rumah, yakni STIE Enam Enam Kendari.
Kampus yang telah lama menjadi ikon pendidikan bisnis dan ekonomi di Bumi Anoa ini baru saja menorehkan tinta emas dalam sejarah pendidikan tinggi di wilayah Sultra.
STIE Enam Enam Kendari secara resmi telah berhasil mengantongi akreditasi dengan peringkat “Unggul” yang menjadi idaman dan target puncak setiap institusi pendidikan di Indonesia.
Peringkat akreditasi tertinggi tersebut berhasil diraih untuk dua program studi andalannya sekaligus, mengukuhkan dominasi kampus ini dalam melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang ekonomi.
Kedua program studi yang sukses menembus level tertinggi tersebut adalah program Strata Satu (S1) Manajemen dan program pascasarjana Magister Manajemen (S2).
Capaian akreditasi “Unggul” bukanlah sesuatu yang bisa diraih dengan proses instan; ia merupakan bentuk pengakuan tertinggi dari lembaga akreditasi nasional terhadap tata kelola kampus yang memenuhi standar mutu yang sangat ketat.
Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, M.Si., yang hadir langsung dan membuka kegiatan Bimtek ini secara resmi, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya terhadap institusi ini.
Dalam sambutan hangatnya yang dilontarkan usai pidato pembuka dari Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, S.E., M.Si., Dr. Andi Lukman secara khusus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas lompatan kualitas yang ditunjukkan oleh kampus tersebut.
Menurut sosok nomor satu di jajaran LLDIKTI IX ini, predikat “Unggul” yang diraih STIE 66 adalah cerminan nyata dan absolut dari komitmen kuat institusi dalam membangun tata kelola akademik.
Budaya mutu yang diterapkan di lingkungan kampus tersebut dinilai bukan sekadar formalitas administratif di atas kertas, melainkan telah dijalankan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan dalam keseharian akademik.
Dr. Andi Lukman kemudian membedah lebih jauh mengenai filosofi penjaminan mutu, menegaskan bahwa peningkatan kualitas perguruan tinggi adalah murni sebuah kerja kolektif yang tak bisa dipisahkan.
”Mutu perguruan tinggi tidak dapat diwujudkan hanya oleh satu pihak saja. Ia membutuhkan orkestrasi dan komitmen bersama antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, pengelola program studi, hingga seluruh unsur di dalam kampus,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan urgensi penetapan standar yang visioner, di mana sebuah perguruan tinggi tidak akan pernah mencapai fase unggul jika tidak mampu menetapkan standar mutu yang jelas mengenai apa yang ingin dicapainya.
Di sinilah Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) mengambil peranan yang amat krusial dan harus diposisikan sebagai kompas utama dalam mengarahkan setiap langkah institusi.
SPMI yang berjalan dengan baik akan menjadi motor utama dalam peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola manajerial.
Ujung tombak dari seluruh proses penjaminan mutu yang berlapis ini, menurut Dr. Andi Lukman, adalah terciptanya pelayanan prima dan paripurna kepada elemen terpenting dalam institusi pendidikan, yakni para mahasiswa.
Pelayanan yang berkualitas dan berakar dari budaya mutu yang kuat ini diyakini akan mendongkrak indeks kepuasan mahasiswa secara signifikan dari waktu ke waktu.
Ketika mahasiswa merasa puas dan terfasilitasi dengan baik, secara otomatis hal ini akan membangun eskalasi kepercayaan masyarakat yang lebih luas terhadap institusi pendidikan, serta memperkuat daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional.
Keberhasilan luar biasa STIE Enam Enam Kendari ini juga tak lepas dari sinergi harmonis antara pihak yayasan dan rektorat. Acara bersejarah ini turut disaksikan dengan bangga oleh Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Enam-Enam Bumi Kendari dan Yayasan Pembina Pendidikan Satria Bumi Kendari, Ichsanuddin Akbar, S.T., M.M.
Kehadiran jajaran pimpinan STIE Enam Enam Kendari secara utuh, yang turut dihadiri oleh Wakil Ketua I, Dr. Muh. Nur, S.E., M.Si., serta Wakil Ketua II, Dr. Abdul Razak, S.E., M.Si., menjadi penutup manis yang menegaskan soliditas internal kampus ini. Kini, STIE 66 Kendari tidak sekadar menjadi kebanggaan sivitas akademika semata, melainkan telah resmi menjelma menjadi kiblat dan patron utama penjaminan mutu pendidikan tinggi di seluruh penjuru Sulawesi Tenggara.