Kendari-SarabaNews.Com

Badan Pengawasan Obat Makanan (BPOM) Kendari melakukan Konferensi Pers Hasil Intesifikasi Pengawasan Pangan Olahan Selama Ramadhan Dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2022, yang dipimpin langsung Drs. Yoseph Nahak Klau, Apt.,M.Kes di Aula BPOM Kendari(Senin,25/4/2022).
Pengawasan ini dilakukan seminggu sebelum puasa dan seminggu setelah lebaran. Pengawasan difokuskan pangan olahan yakni pangan yg kadaluarsa, kemasan rusak, pangan tidak memiliki izin edar baik yang dikeluarkan oleh dari BPOM sendiri maupun Pemerintah Daerah Setempat.
Pengawasan pangan berbuka puasa(takjil) dimulai tanggal 28/3/2022 Sampai dengan 22/4/2022 yang tersebar dikota Kendari, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Konawe Selatan. Pengawasan fokus di sarana distribusi dan retail yakni 2 sarana distribusi, 34 retail hasilnya dari 34 retail diketemukan 22 TMK(tidak memenuhi ketentuan) dengan Persentase 64.71% dengan Nilai ekonomis Rp 5.846.000.

“Hal ini perlu mendapat perhatian BPOM Kendari menindaklanjuti dan akan menyurati temuan sarana retail TMK tersebut, untuk menjaga keamanan pangan guna meningkatkan kepedulian. Adapun jenis sisi temuan produk yang sudah rusak dominan 58,7%kemasan rusak 20,3%, kadaluarsa 21%”.
“Untuk pangan olahan takjil sendiri pengambilan sampelnya 217 sampel(Kendari, Muna, Konsel) yakni untuk melihat kandungan boraks, formalin, pengawet dan kimia lainnya. Dengan kesimpulan kesadaran para pelaku usaha membuat takjil sudah sangat baik. Dimana kita tidak mendapatkan lagi ada formalin, adanya boraks dan bahan pengawet lainnya sudah memasuki tahun ke 2. ini satu yang perkembangan yang baik dan tidak diketemukan bahan kimia yang berbahaya”.
“Pengawasan takjil sendiri dengan mengedukasi terkait izin edar, sanitasi, higienis, penggunaan kemasan, kebersihan, dan cara menyajikan takjil para pelaku usaha. Petugas bekerjasama dengan pemerintah setempat, dinas kesehatan, dinas perindustrian dan perdagangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan sasaran yang sudah ditentukan yang sudah berjalan minggu ke- 4 dan masih ada 2 minggu lagi”.
BPOM Kendari menghimbau konsumen untuk membeli pangan olahan untuk baca label, kode ekspired, izin edar, dll. Untuk mengecek produk olahan pangan BPOM meluncurkan 2 aplikasi yang bisa di install di playstore yakni cek BPOM dan BPOM mobile. BPOM Mobile sendiri dapat membuat laporan pengaduan terkait temuan dan saran dilapangan dengan menjaga kerahasiaan pelaporan bertujuan untuk perlindungan konsumen dan pengaduan masyarakat.