Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! Komentar kondisional IE diabaikan oleh semua browser yang didukung. in /home/u1551005/public_html/sarabanews.com/wp-includes/functions.php on line 6170
Mengakselerasi Inklusi Finansial Sejak Dini: Momen Hari Indonesia Menabung 2026 Jadi Tonggak Lahirnya Program "Simpel Konawe Bersahaja" - Saatnya Rakyat Bicara

Mengakselerasi Inklusi Finansial Sejak Dini: Momen Hari Indonesia Menabung 2026 Jadi Tonggak Lahirnya Program “Simpel Konawe Bersahaja”

​KONAWE — Pembentukan karakter dan kecakapan dalam mengelola keuangan sejak usia dini kini bukan lagi sekadar wacana edukasi biasa. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara otoritas regulasi keuangan, pemerintah daerah, dan sektor perbankan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

​Langkah konkret tersebut ditandai dengan peluncuran program “Simpel Konawe Bersahaja” yang digelar bertepatan dengan Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026. Acara megah dan edukatif ini dipusatkan di SMP Negeri 02 Konawe pada Rabu, 29 Juli 2026.

​Kegiatan strategis ini diinisiasi secara langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama dengan Pemerintah Kabupaten Konawe. Sinergi ini juga menggandeng PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) serta jajaran pemangku kepentingan (stakeholders) daerah lainnya.

​Inisiatif besar ini dirancang sebagai bentuk implementasi sinergi antar pemangku kepentingan guna mendukung pencapaian Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Selain itu, program ini menjadi bagian terintegrasi dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang digelorakan oleh OJK.

​Fokus utama dari momentum ini adalah peluncuran masif pembukaan Rekening Simpanan Pelajar (Simpel) bertajuk “Konawe Bersahaja”. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 12.969 rekening baru berhasil dibuka untuk para pelajar di wilayah Kabupaten Konawe.

​Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menegaskan pentingnya kepemilikan rekening tabungan bagi anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, akses keuangan formal ini memegang peranan kunci dalam membentuk pola pikir finansial generasi muda.

​Bismi menyampaikan bahwa kepemilikan rekening tidak hanya sebatas meningkatkan tingkat akses terhadap layanan keuangan formal semata. Lebih dari itu, sarana ini efektif membentuk karakter pelajar agar mampu mengelola keuangan secara bijaksana dan bertanggung jawab.

​”Melalui program Simpel Konawe Bersahaja, OJK terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya menabung sejak dini,” ujar Bismi Maulana Nugraha dalam sambutannya.

​Ia menambahkan bahwa pembiasaan dan penguatan budaya menabung sejak dini merupakan investasi yang sangat vital bagi masa depan bangsa. Langkah ini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan generasi yang cerdas secara finansial, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

​Lebih lanjut, Bismi menguraikan bahwa keberhasilan implementasi Program KEJAR tidak dapat diraih secara instan maupun berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan komitmen bersama serta sinergi yang berkelanjutan dari berbagai pihak terkait di daerah.

​Pemerintah daerah, satuan pendidikan, industri jasa keuangan, hingga seluruh elemen masyarakat harus saling bahu-membahu. Kolaborasi ini bertujuan agar kebiasaan menyisihkan uang dan menabung dapat bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari para siswa.

​Dukungan penuh juga mengalir mendalam dari jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe. Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe, H. Gunawan Samad, SP, M.Si, menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan strategis ini.

​Gunawan secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara atas inisiasi dan kepemimpinannya. Apresiasi setinggi-tingginya juga dialamatkan kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kab. Konawe serta PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda).

​Menurut Gunawan, keberadaan program Simpel Konawe Bersahaja memiliki makna mendalam yang melampaui sekadar transaksi administratif pembukaan rekening. Program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun tatanan budaya keuangan daerah yang sehat.

​Ia menekankan bahwa dengan memegang rekening tabungan sejak dini, anak-anak diperkenalkan secara langsung dengan sistem perbankan formal. Mereka diajarkan secara aplikatif cara menyisihkan uang secara rutin serta memahami hakikat pentingnya perencanaan keuangan masa depan.

​Secara terperinci, peluncuran 12.969 rekening Simpel ini menyasar puluhan satuan pendidikan di Kabupaten Konawe. Pendistribusian tabungan ini dilakukan secara terstruktur pada jenjang Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

​Sebanyak 8.041 rekening berhasil dibuka untuk murid-murid yang tersebar di 40 Sekolah Dasar (SD). Sementara itu, jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencatatkan pembukaan 4.928 rekening yang terbagi di 26 sekolah.

​Hal yang membuat program tabungan “Simpel Konawe Bersahaja” ini kian komprehensif adalah adanya integrasi unik dengan isu sosial remaja. Program ini secara berani dikolaborasikan langsung dengan gerakan Anti Narkoba bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Konawe.

​Penggabungan dua fokus utama ini diharapkan dapat memperluas inklusi keuangan sekaligus membentengi masa depan generasi muda. Pelajar tidak hanya diajarkan bijak memanfaatkan layanan keuangan formal, tetapi juga dibentuk menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari bahaya narkotika.

​Kemeriahan dan kedalaman acara di SMP Negeri 02 Konawe ini dirangkaikan dengan serangkaian kegiatan sosialisasi edukatif. OJK Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan pembekalan dan sosialisasi mengenai krusialnya nilai-nilai menabung sejak dini bagi masa depan siswa.

​Sesi sosialisasi bahaya narkoba disampaikan secara langsung dan interaktif oleh Kepala BNN Kabupaten Konawe. Inisiasi ini menjadi langkah preventif yang krusial dalam membendung ancaman dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja daerah.

​Guna menghidupkan suasana dan menguji pemahaman para siswa, OJK turut menyajikan kuis interaktif seputar edukasi keuangan. Suasana edukasi yang menyenangkan ini disambut antusias oleh para peserta yang memadati lokasi acara.

​Tercatat lebih dari 300 peserta hadir mengukuti jalannya rangkaian kegiatan ini. Peserta terdiri dari siswa-siswi dan para guru SMP Negeri 02 Konawe, jajaran kepala sekolah, perwakilan perbankan, hingga pejabat Pemerintah Daerah Konawe.

​OJK menegaskan kembali keyakinannya bahwa penguatan budaya menabung tidak dapat bergantung pada satu lembaga saja. Diperlukan sinergi yang terus-menerus dan berkesinambungan antara elemen pemerintah, industri jasa keuangan, satuan pendidikan, orang tua, hingga masyarakat luas.

​Oleh karena itu, Program KEJAR akan terus dipacu dan diperkuat keberadaannya di seluruh tingkatan. Program ini diposisikan sebagai salah satu program strategis nasional dalam menggenjot tingkat literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar secara berkelanjutan.

​Memanfaatkan momen Hari Indonesia Menabung Tahun 2026, OJK menyerukan ajakan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat diimbau untuk menjadikan aktivitas menabung bukan lagi sekadar rutinitas atau kebiasaan biasa, melainkan sebuah budaya hidup.

​Penanaman budaya finansial yang kuat ini diyakini mampu menopang terwujudnya masyarakat Indonesia yang semakin cerdas secara finansial, inklusif, dan sejahtera. Visi ini menjadi pijakan nyata dalam mendukung tercapainya cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

​Semangat keberlanjutan dari Program KEJAR yang diperkuat oleh OJK bersama para pemangku kepentingan ini dipastikan akan terus berlanjut. Targetnya jelas, yakni memperluas cakupan kepemilikan rekening bagi seluruh pelajar dan mematri budaya menabung sebagai identitas generasi muda Konawe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *