
KONAWE — Niat hati menghabiskan akhir pekan dengan berkemah gembira, sekelompok remaja asal Kota Kendari justru pulang membawa duka mendalam. Seorang pelajar bernama Galank Fatya (18) ditemukan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat berenang di kawasan wisata Pulau Bokori, Desa Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu pagi, 31 Mei 2026, sekitar pukul 06.00 WITA.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Candaan Berujung Petaka
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama 11 orang rekannya tiba di Pulau Bokori pada Sabtu malam (30/5) sekitar pukul 18.50 WITA untuk berekreasi dan berkemah. Malam itu, suasana masih dipenuhi kegembiraan. Mereka mendirikan tenda di samping Resto Motaha, membakar ikan, minum kopi bersama, hingga bernyanyi diiringi petikan gitar hingga tengah malam.
Malapetaka baru datang keesokan paginya. Korban bersama dua orang rekannya memutuskan untuk turun ke laut dan berenang tepat di sisi kanan bangunan Resto Motaha.
Saat tubuhnya masih terendam di dalam air laut, korban diduga tidak sengaja memegang potongan kabel lampu hias yang tergantung di sekitar lokasi. Sifat air laut yang merupakan konduktor (penghantar listrik) kuat membuat arus tinggi langsung mengunci tubuh korban.
Tangan korban seketika melengket pada kabel. Ia kemudian terjatuh dan membentur tanggul penahan ombak. Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban langsung histeris berteriak meminta tolong dan berupaya mengevakuasi korban ke daratan. Namun sayang, nyawa remaja asal Jalan Martadinata, Kelurahan Mata, Kota Kendari ini sudah tidak tertolong.
Hasil Pemeriksaan Medis: Ditemukan Puluhan Luka
Usai dievakuasi, jenazah korban sempat diperiksa oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Soropia, Rano Haji, S.Kep., N.S., M.Km. Pemeriksaan awal menemukan adanya luka melepuh khas sengatan listrik pada telapak tangan kiri korban, serta luka gores di dahi sebelah kiri akibat benturan.
Sekitar pukul 08.30 WITA, jenazah korban diseberangkan menggunakan kapal milik Dinas Pariwisata dan langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Kendari menggunakan mobil ambulans Puskesmas Soropia untuk menjalani visum luar.
Pemeriksaan mendalam yang dipimpin oleh dokter forensik RS Bhayangkara, Dr. Yosephine Siahaan, Sp.FM., menemukan total 23 titik luka pada tubuh korban yang mayoritas terjadi akibat trauma benturan saat korban terjatuh dan sengatan listrik, di antaranya:
Tangan Kiri: Luka lepuh serius pada daerah bawah jari telunjuk akibat sengatan listrik.
Kepala & Bahu: 1 luka lecet di dahi kiri dan 3 luka lecet di bahu kiri akibat benturan dengan tanggul penahan ombak.
Paha & Kaki: 1 luka lecet di paha depan dan 14 luka lecet searah di paha bagian belakang. Selain itu, ditemukan pengelupasan kulit pada jari kelingking kaki kanan, serta jari kelingking dan jari manis kaki kiri.
Kesimpulan Forensik: Dari hasil visum et repertum luar RS Bhayangkara, dokter memastikan bahwa penyebab utama kematian korban adalah kegagalan fungsi organ akibat luka lepuh dari sengatan aliran listrik (electrical injury).
Catatan Aktual & Keamanan Wisata
Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi pengelolaan fasilitas di kawasan wisata buatan maupun alam, khususnya terkait standarisasi keamanan instalasi listrik di area yang bersentuhan langsung dengan air. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait adanya unsur kelalaian dalam pemeliharaan kabel lampu hias di sekitar Resto Motaha yang dibiarkan menggantung dan membahayakan keselamatan pengunjung.