Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! Komentar kondisional IE diabaikan oleh semua browser yang didukung. in /home/u1551005/public_html/sarabanews.com/wp-includes/functions.php on line 6170
Goncangan di Balik Toga: Ketika Skandal Cinta Mahasiswi Menguji Integritas Kampus STIE Enam Enam Kendari - Saatnya Rakyat Bicara

Goncangan di Balik Toga: Ketika Skandal Cinta Mahasiswi Menguji Integritas Kampus STIE Enam Enam Kendari

Eksklusif: Kampus Merespons Cepat ‘Perang Dingin’ Viral, Ketua STIE Azis Muthalib Bersumpah Jaga Marwah Institusi dari Narasi Fitnah

Kendari-SaatnyaRakyatBicara(Saraba) 

Foto : Istemewah

Momen puncak akademik yang seharusnya penuh haru dan bangga di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Enam Enam Kendari mendadak berubah menjadi panggung drama publik yang memalukan. Pada Senin (1/12/2025), prosesi wisuda di Hotel Claro diguncang oleh ledakan emosi di luar koridor akademik, memicu kehebohan media sosial dan memaksa institusi pendidikan ini bergerak cepat dalam mode krisis.

​Insiden ini berpusat pada seorang wisudawati berinisial TA dan seorang pria di luar kampus, RSK, yang muncul dengan karangan bunga bernada penghinaan dan berakhir dengan konfrontasi fisik yang terekam kamera. Sebuah ‘persoalan individu’ kini telah ‘membajak’ etalase institusi, mempertaruhkan citra kampus yang telah dibangun bertahun-tahun.

​Dilema Institusi: Etika Personal vs. Reputasi Kampus

​Menanggapi gelombang kritik dan spekulasi yang menyeret nama baik kampus, Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, S.E., M.S, tampil ke publik. Dalam klarifikasi resminya, Prof. Azis berusaha keras membangun batas demarkasi yang jelas:

​”Insiden ini adalah murni menyangkut persoalan pribadi individu yang bersangkutan. Tidak ada hubungan dengan STIE Enam Enam Kendari sebagai institusi. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyeret persoalan individu ini ke dalam narasi yang merugikan nama baik lembaga pendidikan,” tegas Prof. Azis pada Selasa (2/12/2025).

 

​Keterangan ini menyoroti dilema mendasar yang dihadapi institusi: bagaimana menjaga komitmen integritas dan etika yang ditanamkan selama masa studi, sementara perilaku oknum di luar gerbang kampus justru meruntuhkan citra tersebut?

​Komitmen Karakter: Ujian Sejati Visi dan Misi

​Prof. Azis menekankan bahwa STIE Enam Enam Kendari telah dan akan terus membekali mahasiswanya dengan nilai moral, integritas, dan etika. Pihaknya melihat insiden ini sebagai kegagalan etika individu, bukan cerminan dari kegagalan sistem pendidikan institusi.

​”STIE Enam Enam Kendari berkomitmen menghasilkan lulusan yang berkarakter sesuai visi dan misi kami. Perilaku oknum tersebut sama sekali tidak mencerminkan institusi,” tambahnya.

​Klarifikasi ini bukan sekadar tanggapan, melainkan sebuah manuver strategis manajemen krisis untuk memitigasi risiko reputasi spillover. Kampus berupaya memastikan bahwa drama asmara, atau konflik pribadi, yang terjadi di luar konteks akademik, tidak lantas diartikan sebagai cerminan etika kolektif seluruh sivitas akademika.

​Saat rekaman kericuhan di Hotel Claro terus diputar dan dibahas di media sosial, tantangan sesungguhnya bagi STIE Enam Enam Kendari kini adalah memastikan fokus kembali pada kualitas pendidikan. Institusi berharap agar polemik pribadi ini dapat segera mereda dan diselesaikan oleh pihak-pihak yang bersangkutan, sehingga energi kampus tidak terkuras dalam upaya pemulihan citra dari “drama di balik toga” yang tidak disengaja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *