Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! Komentar kondisional IE diabaikan oleh semua browser yang didukung. in /home/u1551005/public_html/sarabanews.com/wp-includes/functions.php on line 6170
Airlangga Bahas Secara Pribadi dengan Ketum Gerindra Prabowo Terkait Kabar Cak Imin - Saatnya Rakyat Bicara

Airlangga Bahas Secara Pribadi dengan Ketum Gerindra Prabowo Terkait Kabar Cak Imin

JAKARTA – SarabaNews.com.

Foto : Istemewah

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, kelanjutan nasib Koalisi Indonesia Maju yang mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (capres) akan dibahas bersama partai politik lain.

Hal ini menyusul kabar duet Anies Baswedan dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Pilpres 2024. PKB sendiri tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju yang mengusung Prabowo.

“Kita akan bahas internal. Dalam waktu dekat (dibahas),” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (1/9/2023).

Airlangga mengaku sudah membahas secara pribadi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait kabar Cak Imin menjadi calon wakil presiden Anies Baswedan. Dia pun akan mengkaji isu duet Anies-Cak Imin.

“Kemarin saya dan Pak Prabowo sudah membahas itu, tapi nanti kita akan terus dalami,” ujarnya.

Saat ditanya apakah ada partai politik lain yang akan bergabung ke Koalisi Indonesia Maju usai isu PKB hengkang, Airlangga meminta semua pihak menunggu.

“Ya kita tunggu saja,” ucap Airlangga.

Dia mengaku sempat berkomunikasi dengan Cak Imin, sebelum muncul isu duet dengan PKB. Namun, kata Airlangga, tak ada pembahasan soal duet dengan Anies Baswedan.

“Kalau rencana terkait untuk tindakan yang diputuskan seperti kemarin, tidak ada yang berkomunikasi,” tutur Airlangga.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengungkap, rentetan peristiwa keretakan koalisi perubahan untuk persatuan (KPP) usai Anies Baswedan dan Partai NasDem meneken kerja sama politik dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Riefky menyebut, keputusan kerja sama antara Anies Baswedan dengan PKB dilakukan secara sepihak oleh partai NasDem tanpa sepengetahuan Demokrat dan PKS.

“Kemarin, 30 Agustus 2023, kami mendapatkan informasi dari Sudirman Said, mewakili Capres Anies Baswedan, bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai Nasdem dan PKB, untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh,” kata Riefky dalam keterangannya, Kamis kemarin (31/8/2023).

Riefky mengatakan, Demokrat telah mengkonfirmasi kabar tersebut kepada Anies dan dibenarkan oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Selain itu, Riefky mengatakan, partainya juga dipaksa untuk menerima kesepakatan tersebut.

“Hari ini, kami melakukan konfirmasi berita tersebut kepada Anies Baswedan. la mengonfirmasi bahwa berita tersebut adalah benar. Demokrat “dipaksa” menerima keputusan itu (fait accompli),” ujar Riefky.

Riefky yang masuk dalam Tim 8 Pemenangan Anies menjelaskan, sejatinya Anies Baswedan sudah sejak 14 Juni 2023 memilih Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Pada 14 Juni 2023, Capres Anies memutuskan untuk memilih Ketum AHY sebagai Cawapresnya,” kata Riefky.

Keputusan itu telah disampaikan Anies kepada pimpinan partai pendukungnya, Ketum NasDem Surya Paloh, Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, dan AHY serta Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tidak ada satupun yang menolak nama AHY.

“Nama Ketum AHY ini telah disampaikan kepada para Ketua Umum Parpol dan majelis tertinggi masing-masing partai; dalam hal ini langsung kepada Surya Paloh, Salim Segaf Al Jufri dan Ahmad Syaikhu, serta kepada Agus Harimurti Yudhoyono dan Susilo Bambang Yudhoyono, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat,” jelas Teuku Riefky.

“Menurut Capres Anies, ketiga pimpinan Parpol menerima putusan tersebut dan tidak ada penolakan,” sambungnya.

Sebagai informasi, PKB bersama Partai Gerindra, Partai Golkar, dan PAN sebelumnya mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2024. Sementara itu, Anies Baswedan didukung menjadi calon presiden oleh Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS. (Dilansir dari Liputan6.com, 1/9/2023) Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *