Saatnya Rakyat Bicara

Sinergi Lintas Lembaga Buahkan Hasil, Kota Kendari Melampaui Target Nasional Program KEJAR dengan 60.819 Rekening SimPel

KENDARI – Langkah nyata dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan sejak usia dini terus dipacu di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Melalui sinergi erat antar-lembaga, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara ini berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan melampaui target nasional Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

​Prestasi tersebut ditandai dengan tercapainya pembukaan sebanyak 60.819 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) di seluruh wilayah Kota Kendari. Capaian ini dinilai sebagai milestone penting untuk membentuk karakter generasi muda yang mandiri secara finansial.

​Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian fenomenal ini. Menurutnya, keberhasilan menembus angka di atas target merupakan bukti komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan di daerah.

​Apresiasi tersebut disampaikan Bismi usai menghadiri acara Launching Pembukaan 60.819 Rekening SimPel se-Kota Kendari. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Program KEJAR dan Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026 ini berlangsung meriah di Balai Kota Kendari, Rabu (22/7/2026).

​Acara tersebut diselenggarakan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai instansi strategis. Kerja sama harmonis terjalin antara OJK, Pemerintah Kota Kendari, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Sultra, BPR Bahteramas, serta jajaran mitra keuangan daerah lainnya.

​Dalam keterangannya, Bismi menegaskan bahwa SimPel merupakan inisiatif strategis tingkat nasional. Program ini dirancang khusus untuk mendorong seluruh pelajar memiliki akses ke rekening tabungan resmi sebagai media pembelajaran mengelola keuangan pribadi.

​Melalui kepemilikan rekening tabungan sejak dini, anak-anak sekolah diharapkan mampu membangun budaya hemat dan terbiasa menyisihkan uang secara disiplin. Hal ini menjadi fondasi penting sebelum mereka memasuki dunia kedewasaan yang penuh tantangan finansial.

​“Simpanan Pelajar ini adalah program nasional di mana kita mendorong semua pelajar, khususnya di Kota Kendari, memiliki rekening tabungan. Kita sudah melampaui target, dari sekitar 50 ribu rekening kini sudah mencapai lebih dari 60 ribu rekening,” ungkap Bismi dengan nada optimistis.

​Secara rincian, capaian 60.819 rekening tersebut mencakup pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Madrasah di bawah naungan Kementerian Agama. Angka ini dipastikan masih akan terus berkembang seiring berjalannya waktu.

​Untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat, proses pendataan dan pembukaan rekening saat ini masih terus berlangsung secara masif. Dengan demikian, total akumulasi rekening pelajar di Kota Kendari diproyeksikan bakal melonjak lebih tinggi lagi.

​Bismi menilai, pertumbuhan jumlah rekening SimPel secara signifikan ini secara otomatis akan mendongkrak rasio inklusi keuangan formal di Kota Kendari. Pengenalan produk perbankan sejak sekolah dasar menjadi pintu masuk utama perluasan akses keuangan masyarakat.

​Semakin banyak pelajar yang terpapar dan memiliki rekening tabungan, semakin luas pula pemahaman masyarakat secara umum terhadap ekosistem serta layanan jasa keuangan formal yang aman dan terpercaya.

​Keberhasilan luar biasa dari pelaksanaan Program KEJAR di daerah ini, lanjut Bismi, tidak terlepas dari kuatnya tali sinergi. Mulai dari OJK, Bank Indonesia, LPS, Pemkot Kendari, Baznas, Kementerian Agama, hingga industri perbankan dan seluruh kepala sekolah bersatu padu.

​“Pelaksanaan program ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak. Tidak hanya OJK, tetapi juga Bank Indonesia, LPS, Pemerintah Kota Kendari, Baznas, Kementerian Agama, perbankan, dan seluruh sekolah. Program ini juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia,” tambahnya.

​Lebih jauh, Bismi berharap agar program SimPel tidak berhenti sekadar pada kepemilikan buku tabungan saja, tetapi mampu mengubah perilaku dan pola pikir para pelajar dalam menyikapi uang sakunya sehari-hari.

​Kebiasaan menyisihkan uang sejak kecil akan mempermudah para siswa dalam merencanakan masa depan, baik untuk membantu biaya pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun untuk meraih berbagai cita-cita yang mereka impikan.

​Guna memastikan keberlanjutan program ini, produk SimPel didesain sangat ramah anak dan terjangkau. Setoran awal pembukaan rekening hanya sebesar Rp5.000, dengan setoran selanjutnya mulai dari Rp1.000 saja tanpa dibebani biaya administrasi bulanan, ditambah hadirnya layanan jemput bola dari pihak bank langsung ke sekolah-sekolah.

Exit mobile version