Saatnya Rakyat Bicara

PT GKP Didemo Didepan Mabes POLRI Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan Warga

Jakarta-SarabaNews com

Foto : Istemewah

Menyoroti dugaan penyerobotan lahan dan sejumlah dugaan pelanggaran lainnya yang dilakukan oleh PT. Gema Kreasi Perdana (PT.GKP) kini telah memasuki babak baru, Beberapa organisasi mahasiswa telah melakukan demonstrasi sebagai bentuk protes kepada aparat penegak Hukum (APH) agar penegakkan hukum dapat benar-benar dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran.

Lingkar Kajian Mahasiswa Pertambangan hari ini melakukan aksi demonstrasi di Tipidter Mabes Polri mendesak agar dugaan penyerobotan Lahan yang dilakukan oleh PT. Gema Kreasi Perdana kepada Masyarakat Sukarela Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan.

 

Koordinator Lapangan Irjal Ridwan mengatakan dalam Pesan rilis nya bahwa Pulau Wawonii memang tidak dialokasikan untuk dijadikan kawasan pertambangan

 

“Jika merujuk pada dokumen Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018-2038, Pulau Wawonii tidak dialokasikan sebagai kawasan tambang.” Ujarnya kepada awak media pada Rabu, (09/03/22).

 

Sementara itu, Arin Fahrul Sanjaya selaku Penanggung Jawab Lapangan mengungkapkan bahwa pemerintah harusnya segera mencabut perizinan PT. GKP yang merupakan anak perusahaan Harita Group.

 

“Aktifitas penambangan nikel di Pulau Wawonii itu bertentangan dengan Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018-2038 jadi sudah seharusnya hal ini menjadi rujukan agar aparat penegak hukum memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan yang mencoba atau dengan sengaja menabrak aturan, apalagi jika dilakukan secara terang-terangan” Ujar nya kepada awak media saat konferensi Pers.

 

Selain itu, Irjal Ridwan juga menekankan bahwa kepentingan Masyarakat harusnya menjadi Prioritas Utama

” Jangan sesekali menihilkan keberadaan rakyat, kepentingan rakyat adalah yang Utama, jadi kalau bisa pihak perusahaan jangan semena-mena apalagi sampai harus menunjukkan arogansi dihadapan masyarakat pribumi. Harus Sopan kalau jadi Tamu”, imbuhnya.

 

Exit mobile version