
NIJMEGEN, BELANDA – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Enam Enam Kendari terus memacu akselerasi internasionalisasinya. Dalam rangkaian International Benchmarking Visit yang dipimpin oleh LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, delegasi kampus asal Sulawesi Tenggara ini secara khusus menyambangi Radboud University, salah satu universitas riset papan atas di Eropa, pada 13 Mei 2026.
Kunjungan strategis yang berlangsung di Kampus Radboud, Nijmegen, Belanda ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk membuka pintu riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa (student exchange), hingga program visiting scholar bagi sivitas akademika Kendari di panggung global.
Menatap Peluang di Salah Satu Pusat Riset Terbaik Eropa
Pertemuan yang digelar di bilangan Heyendaalseweg ini disambut langsung oleh jajaran petinggi International Office Radboud University, termasuk Dr. Elco van Noort (International Partnership Officer) dan Dr. Robin Kayser (Head Education & Student Support). Radboud University sendiri bukanlah nama asing dalam dunia akademik internasional; memiliki lebih dari 23.000 mahasiswa dan 15 institut riset, universitas ini telah membangun hubungan erat dengan Indonesia selama lebih dari enam dekade.
”Kami menyambut baik kunjungan delegasi perguruan tinggi Indonesia. Kemitraan internasional adalah fondasi penting dalam pengembangan pendidikan dan penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak,” ujar Dr. Elco van Noort dalam sambutannya.
Menariknya, diskusi hangat ini juga dijembatani oleh Dr. Ary Samsura, akademisi asal Indonesia yang kini menjabat sebagai Assistant Professor di Radboud University. Ia memaparkan bagaimana Radboud berhasil mengintegrasikan pendidikan dan riset, di mana mahasiswa langsung diterjunkan untuk memecahkan masalah riil di masyarakat—sebuah praktik baik yang ingin diadaptasi oleh STIE Enam Enam Kendari.
Aksi Nyata Sebelum Diikat Komitmen Formal
Ada yang berbeda dari pendekatan kerja sama kali ini. Alih-alih langsung menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di atas kertas yang sering kali berakhir pasif, kedua institusi sepakat untuk memulai kolaborasi dari program nyata terlebih dahulu.
Skema Kerja Sama Bertahap:
Implementasi Program Nyata (Seminar, Riset Bersama, Pelatihan) \rightarrow Evaluasi Dampak \rightarrow Penandatanganan MoU Jangka Panjang.
Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Enam Enam Bumi Kendari, Ichsanuddin Akbar, S.T., M.M., menegaskan bahwa internasionalisasi kampus harus membawa dampak yang langsung dirasakan oleh dosen dan mahasiswa.
”Kami ingin memastikan setiap kerja sama internasional menghasilkan manfaat yang konkret. Fokus kami adalah membuka peluang nyata bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam riset global dan meningkatkan daya saing institusi,” tegas Ichsanuddin.
Membawa Perspektif Global ke Kendari
Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, S.E., M.S., optimis bahwa hasil dari kunjungan ke universitas kedua dalam safari Eropa ini akan membawa perubahan besar bagi iklim akademik di kampusnya. Bidang-bidang seperti manajemen, bisnis, dan ilmu sosial akan menjadi poin utama yang dikolaborasikan.
Dengan keterlibatan aktif dalam jejaring Eropa ini, STIE Enam Enam Kendari membuktikan bahwa letak geografis bukan lagi penghalang untuk bersaing di level internasional. Langkah berani dari Belanda ini diharapkan menjadi bahan bakar baru bagi penjaminan mutu, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang adaptif terhadap tantangan zaman.