Saatnya Rakyat Bicara

Menatap Wajah Baru Ekonomi Sultra: OJK dan FKIJK All-Out Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

KENDARI — Wajah perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra) bersiap menghadapi pemetaan besar-besaran. Menyadari krusialnya akurasi data dalam mendorong pertumbuhan daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara bergerak cepat memperkuat barisan. Melalui Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), OJK resmi menggalang sinergi lintas sektor guna memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).

​Langkah strategis ini dimatangkan dalam sebuah pertemuan koordinasi tingkat tinggi di Kendari, Kamis (18/6/2026), yang dihadiri oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra, Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, serta para pimpinan lembaga jasa keuangan se-Sultra.

​Fondasi Kebijakan dan Komitmen Industri

​Kepala OJK Sultra sekaligus Pembina FKIJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menegaskan bahwa data statistik yang akurat, mutakhir, dan komprehensif bukan sekadar angka di atas kertas. Data tersebut adalah navigasi utama bagi arah kebijakan ekonomi masa depan.

​Menurut Bismi, SE2026 memiliki nilai taktis bagi industri keuangan. Hasil sensus ini akan menjadi kompas bagi perbankan dan lembaga keuangan dalam mengidentifikasi potensi ekonomi baru, memetakan dinamika dunia usaha, dan memperluas penetrasi pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang selama ini belum terjangkau (unbanked).

​”Melalui forum ini, kami menghadirkan BPS untuk memberikan pemahaman kepada anggota FKIJK sekaligus mengajak seluruh pelaku industri jasa keuangan mendukung dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026,” ujar Bismi optimistis.

​Ia menekankan bahwa partisipasi aktif dari industri jasa keuangan akan sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan, sehingga kebijakan stimulus ekonomi dari pemerintah ke depan bisa lebih tepat sasaran.

​Menakar Digitalisasi Lewat Metode “Ngibar”

​Sebagai hajat besar sepuluh tahunan kelima yang diamanatkan UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, SE2026 kali ini membawa misi yang lebih modern. Kepala BPS Provinsi Sultra, Hadi Susanto, memaparkan bahwa cakupan pendataan tahun ini dirancang sangat komprehensif.

​Sensus tidak hanya memotret lini usaha konvensional dari skala mikro hingga besar, tetapi juga memberikan porsi khusus pada potret perkembangan ekonomi digital dan aspek lingkungan.

​Ada yang menarik dalam metode pengumpulan data kali ini. BPS memperkenalkan metode Ngibar (Pengisian Mandiri dengan Pendampingan Ahli). Inovasi ini dihadirkan untuk memberikan kemudahan, efisiensi tinggi, sekaligus menjamin akurasi data yang dilaporkan oleh pelaku usaha.

​Merespons kekhawatiran yang kerap muncul di kalangan pengusaha, BPS memberikan garansi tegas mengenai keamanan data.

​Jaminan Kerahasiaan: Seluruh informasi responden dilindungi penuh oleh undang-undang.

​Hanya untuk Statistik: Data yang masuk murni digunakan untuk kepentingan perencanaan pembangunan, serta dijamin tidak akan digunakan untuk keperluan perpajakan maupun audit hukum.

​Tak Sekadar Sensus: Mengintip Agenda Strategis FKIJK 2026

​Selain menjadi pemantik suksesnya SE2026, pertemuan koordinasi ini juga menjadi panggung persiapan bagi sejumlah agenda besar FKIJK Sultra sepanjang tahun 2026.

​Dalam sisa tahun ini, industri keuangan Sultra akan dihangatkan oleh persiapan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 serta Pekan Olahraga dan Seni Industri Jasa Keuangan (PORSEJAK) Sultra 2026. Guna memperkuat soliditas, FKIJK saat ini tengah merampungkan identitas kegiatan yang meliputi peluncuran logo baru hingga official song sebagai simbol kolaborasi.

​Melalui sinergi erat antara OJK, BI, BPS, dan FKIJK, Sulawesi Tenggara tidak hanya bersiap mencatatkan data ekonominya secara akurat, tetapi juga sedang membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih inklusif, tangguh, dan berdaya saing global.

Exit mobile version