Saatnya Rakyat Bicara

Luncurkan Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK Sultra Cetak Ratusan Duta Finansial Digital dari 6 Kampus

​KENDARI — Era digitalisasi bak pisau bermata dua bagi generasi muda. Di satu sisi, akses terhadap layanan keuangan kini hanya sejauh sentuhan jari. Di sisi lain, ancaman investasi bodong, judi online, hingga jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal terus mengintai Gen Z yang mendominasi struktur demografi saat ini.

​Merespons tantangan krusial tersebut, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara (OJK Sultra) resmi meluncurkan (kick off) Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Senin (15/6/2026).

​Mengusung tema “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas”, OJK tidak hanya sekadar menggelar seremoni, melainkan langsung tancap gas mencetak ratusan agen perubahan melalui Training of Trainers (ToT).

​Mahasiswa sebagai ‘Garda Terdepan’ Melawan Kejahatan Finansial

​Sebanyak 252 mahasiswa dari enam universitas ternama di Kendari resmi dikukuhkan sebagai Duta Literasi Keuangan Sulawesi Tenggara. Mereka berasal dari:

​Universitas Halu Oleo (UHO)

​Universitas Muhammadiyah Kendari

​IAIN Kendari

​Universitas Sulawesi Tenggara

​Institut Sains dan Teknologi Aisyiyah Kendari

​Universitas Mandala Waluya

​Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agent of change. Peningkatan literasi keuangan digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mutlak.

​”Transformasi digital memperluas akses, tetapi juga membawa risiko besar. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan layanan keuangan secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi benteng edukasi bagi keluarga dan masyarakat sekitar,” ujar Bismi.

​Senada dengan hal itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Humas UHO, Prof. Dr. Ir. Takdir Saili, M.Si., mengapresiasi langkah taktis OJK. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi momentum penting agar mahasiswa tidak terjebak dalam berbagai bentuk kejahatan finansial era digital yang kian canggih.

​Sinergi Lintas Otoritas: Dari Pasar Modal hingga Anti-Scam

​Edukasi mendalam yang diterima para mahasiswa tidak main-main. Kegiatan ini turut menggandeng Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III Sulampua dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sultra. Para peserta dibekali materi komprehensif, mulai dari:

​Manajemen keuangan pribadi yang sehat.

​Strategi investasi legal sesuai profil risiko.

​Memahami fungsi penjaminan simpanan perbankan oleh LPS.

​Pengenalan program perlindungan konsumen OJK.

​Senjata Baru OJK Melawan Penipuan Digital

​Dalam kesempatan ini, OJK juga memperkenalkan ekosistem perlindungan konsumen berbasis digital yang dapat diakses masyarakat luas secara cepat dan terintegrasi:

Nama Layanan / KanalFungsi Utama

Prinsip 2L (Legal & Logis)Formula wajib sebelum investasi (Cek legalitas & rasionalkan imbal hasil).

APPK (Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen)Media resmi untuk pengaduan dan informasi konsumen.

IASC (Indonesia Anti-Scam Center)Pusat penanganan dan pencegahan penipuan/scam digital.

iDebKu (SLIK)Layanan cepat untuk mengecek informasi riwayat kredit pribadi.

GENCARKAN: Misi Panjang Menuju Indonesia Emas 2045

​Kick-off di Kendari ini merupakan bagian dari gerakan masif Bulan Literasi Keuangan 2026 yang berlangsung sepanjang Mei hingga Agustus 2026. Melalui payung besar Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), OJK Sultra berkomitmen memperkuat sinergi multi-pihak—mulai dari Pemda, pelaku industri jasa keuangan (PUJK), akademisi, hingga media massa.

​Tujuan akhirnya jelas: bukan sekadar meningkatkan angka inklusi keuangan, melainkan menciptakan kualitas inklusi yang sehat. Dengan masyarakat yang cakap finansial, sektor jasa keuangan akan tumbuh lebih berintegritas, yang pada gilirannya menjadi fondasi kokoh demi tercapainya visi besar Indonesia Emas 2045.

Exit mobile version