Saatnya Rakyat Bicara

Langkah Strategis Cetak SDM Unggul: STIE Enam Enam Kendari Terjunkan 476 Mahasiswa ke 115 Lokasi KKL 2026

 

KENDARI – ​Suasana penuh semangat menyelimuti kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Enam Enam Kendari. Ratusan mahasiswa tampak bersiap melangkah ke medan pengabdian dan pembelajaran nyata di dunia kerja.

​Secara resmi, institusi pendidikan tinggi bidang ekonomi terkemuka di Sulawesi Tenggara ini melepas 476 mahasiswa untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tahun Akademik 2026, pada Senin (10/8/2026).

​Sebanyak 476 peserta tersebut dikirim ke 115 lokasi strategis yang tersebar di wilayah Kendari dan sekitarnya, mencakup instansi pemerintah, BUMN, perbankan, hingga sektor swasta dan UMKM.

​Komposisi peserta KKL kali ini terdiri dari dua program studi unggulan, yakni 338 mahasiswa dari Program Studi S1 Manajemen dan 138 mahasiswa dari Program Studi S1 Akuntansi.

​Catatan jumlah peserta ini menjadi salah satu torehan sejarah tersendiri bagi STIE Enam Enam Kendari, karena mencatatkan angka partisipasi KKL terbesar sepanjang pelaksanaan program tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

​Wakil Ketua I STIE Enam Enam Kendari, Dr. Muhammad Nur, S.E., M.Si., menyatakan bahwa besarnya jumlah peserta KKL tahun ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat dan pesatnya pertumbuhan akademik kampus.

​Menurut Dr. Muhammad Nur, keberhasilan mengonsolidasikan ratusan mahasiswa ke lebih dari seratus lokasi kerja merupakan bentuk capaian institusional yang sangat signifikan bagi pengembangan mutu pendidikan tinggi.

​Kegiatan KKL ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda rutin tahunan, melainkan sebagai fondasi utama untuk memperkuat kompetensi serta kesiapan kerja para calon sarjana ekonomi.

​Sebelum melangkah ke lokasi KKL, para mahasiswa telah menyelesaikan rangkaian proses pembelajaran tatap muka dan teori akademik di ruang perkuliahan selama kurang lebih tiga tahun atau enam semester.

​Berbekal teori dan konsep yang telah ditanamkan oleh para dosen, KKL menjadi momentum emas bagi mahasiswa untuk menguji keabsahan ilmu akademis di tengah dinamika lapangan yang sesungguhnya.

​”Mahasiswa telah menjalani kurang lebih tiga tahun proses pembelajaran di kampus. Melalui KKL ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh di ruang perkuliahan secara langsung di lapangan,” ujar Dr. Muhammad Nur.

​Bagi 338 mahasiswa dari Program Studi S1 Manajemen, program ini menjadi sarana mengaplikasikan tata kelola organisasi, manajemen sumber daya manusia, strategi pemasaran, hingga manajemen keuangan operasional secara riil.

​Mereka dituntut untuk mampu menganalisis tantangan manajemen instansi tempat mereka bertugas, serta memberikan gagasan konstruktif yang relevan bagi efisiensi kerja organisasi.

​Sementara itu, bagi 138 mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, KKL menjadi panggung pembuktian keahlian dalam bidang pembukuan, penyusunan laporan keuangan, audit internal, hingga tata kelola perpajakan.

​Di tengah era digitalisasi keuangan saat ini, para mahasiswa akuntansi juga ditantang untuk memahami integrasi sistem informasi akuntansi yang diterapkan pada instansi penerima.

​Penyebaran di 115 lokasi strategis memberikan variasi pengalaman yang sangat kaya bagi para peserta, baik yang ditempatkan di sektor publik maupun swasta.

​Keterlibatan di berbagai instansi ini memungkinkan mahasiswa untuk langsung mempelajari budaya kerja profesional, birokrasi organisasi, dan standar operasional prosedur yang berlaku di dunia industri.

​Dr. Muhammad Nur menjelaskan bahwa dinamika dunia kerja sering kali menyajikan tantangan yang kompleks dan tidak dapat sepenuhnya diprediksi atau disimulasikan hanya melalui buku teks di kelas.

​Oleh karena itu, pengalaman langsung berinteraksi dengan praktisi, atasan, dan kolega di tempat kerja akan membentuk daya adaptasi serta ketahanan mental mahasiswa secara alami.

​Selain mengasah hard skill, KKL secara sistematis menggembleng pengembangan soft skill mahasiswa, seperti komunikasi interpersonal, pemecahan masalah (problem solving), kerja sama tim, dan kepemimpinan.

​Pelaksanaan KKL ini juga dipandang sebagai wujud nyata implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mensinergikan pilar pendidikan dengan kebutuhan nyata masyarakat dan dunia kerja.

​Hubungan timbal balik antara STIE Enam Enam Kendari dan mitra di 115 lokasi KKL diharapkan menciptakan jembatan kolaborasi yang saling menguntungkan dalam jangka panjang.

​Kampus mendapatkan wawasan mengenai tren kebutuhan industri terkini, sedangkan instansi mitra memperoleh sumbangsih tenaga serta gagasan segar dari para mahasiswa.

​Dalam pesan pelepasannya, Dr. Muhammad Nur menegaskan pentingnya menjaga marwah dan nama baik almamater selama para mahasiswa beraktivitas di lokasi KKL masing-masing.

​Ia mengingatkan bahwa seluruh perilaku, tingkah laku, dan performa kerja mahasiswa di lapangan secara langsung mencerminkan kualitas pendidikan dan citra STIE Enam Enam Kendari.

​”Di lokasi KKL, mahasiswa harus menunjukkan karakter yang baik karena membawa nama STIE Enam Enam Kendari. Jaga sikap, etika, dan tunjukkan kemampuan yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan di kampus,” tegas Dr. Muhammad Nur.

​Penekanan pada faktor etika, kedisiplinan, dan integritas profesional menjadi fondasi utama yang wajib dipegang teguh oleh setiap peserta hingga masa KKL berakhir.

​Untuk memastikan kelancaran program, pihak kampus telah menyiagakan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang bertugas melakukan pengawasan, bimbingan, serta evaluasi berkala bagi para mahasiswa.

​Kehadiran DPL memastikan bahwa aktivitas mahasiswa di lapangan tetap berada dalam koridor akademik dan memberikan kontribusi nyata bagi tempat mereka ditugaskan.

​Sinergi antara bimbingan akademis dari kampus dan bimbingan praktis dari penyelia di lokasi KKL diharapkan mampu melahirkan lulusan yang siap pakai dan berdaya saing tinggi.

​Antusiasme tinggi terpancar dari para mahasiswa yang siap menyerap pengalaman baru serta membuktikan kapasitas diri sebagai calon profesional di bidang ekonomi dan bisnis.

​Pelaksanaan KKL 2026 ini diproyeksikan menjadi batu pijakan penting bagi para mahasiswa dalam menyongsong dunia kerja maupun memulai karier profesional setelah menyelesaikan studi mereka.

​Melalui pelepasan 476 mahasiswa di 115 lokasi ini, STIE Enam Enam Kendari kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak sumber daya manusia berkarakter, berkompeten, dan siap menjawab tantangan pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.

Exit mobile version