Saatnya Rakyat Bicara

Exodus Kendari Kembali Berdarah: Rentetan Kekerasan yang Menuntut Ketegasan Aparat

KENDARI – Nafas hiburan malam di Kota Kendari kembali dinodai oleh aksi kekerasan. Tempat Hiburan Malam (THM) Exodus yang berlokasi di Jalan Poros Bandara Haluoleo, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, kembali menjadi saksi bisu insiden penikaman berdarah pada Senin malam.

​Kejadian ini seolah menjadi “deja vu” kelam bagi warga Kota Lulo, mengingat lokasi yang sama telah berulang kali mencatatkan rapor merah kriminalitas sejak tahun 2025 lalu.

​Konfirmasi Pihak Kepolisian

​Meski identitas pelaku dan korban masih dalam proses pendalaman, pihak kepolisian telah memastikan bahwa laporan insiden tersebut telah masuk ke meja penyidik.

​Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya peristiwa yang terjadi di area THM tersebut.

​”Iya benar ada kejadian tersebut tadi malam dan dilaporkan di Polresta Kendari,” ungkap AKP Welliwanto saat dikonfirmasi pada Selasa (5/5/2026).

​Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan intensif, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti di lapangan untuk mengungkap motif di balik penikaman tersebut.

​Catatan Merah yang Berulang

​Insiden ini bukanlah kasus pertama. Berdasarkan catatan kriminalitas di wilayah hukum Polresta Kendari, Exodus telah beberapa kali menjadi sorotan akibat kasus serupa sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Berulangnya aksi kekerasan di titik yang sama memicu pertanyaan besar mengenai standar keamanan yang diterapkan oleh pihak manajemen THM.

​Analisis: Urgensi Pengawasan dan Evaluasi Izin

​Rentetan kasus ini seharusnya menjadi sinyal merah bagi para pemangku kebijakan di Kota Kendari. Ada tiga poin krusial yang kini mendesak untuk ditinjau:

​Keamanan Internal THM: Apakah pemeriksaan senjata tajam dan protokol keamanan di pintu masuk sudah dijalankan sesuai standar?

​Peran Penegak Hukum (APH): Diperlukan tindakan preventif yang lebih agresif, termasuk patroli rutin dan respons tegas terhadap setiap pelanggaran hukum di area publik.

​Evaluasi Izin Operasional: Pemerintah Kota Kendari selaku pemberi izin operasional ditantang untuk bertindak tegas. Jika sebuah lokasi hiburan terus-menerus menjadi inkubator kriminalitas, pencabutan atau pembekuan izin operasional harus menjadi opsi yang nyata di atas meja.

​Harapan Masyarakat

​Publik kini menunggu langkah nyata, bukan sekadar pendataan laporan. Tanpa ada evaluasi menyeluruh terhadap operasional THM di Kendari, kasus penikaman di Exodus dikhawatirkan hanya akan menjadi angka statistik baru dalam daftar panjang kriminalitas malam hari.

Exit mobile version