Saatnya Rakyat Bicara

Dugaan Pencabulan ART di Kediaman Bupati Konawe Selatan: Korban Trauma Berat dan Jalani Visum

Foto : Istimewah

KENDARI – Kabar memilukan datang dari lingkungan rumah pribadi Bupati Konawe Selatan (Konsel), Irham Kalenggo. Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) berinisial SA diduga menjadi korban pencabulan yang terjadi di kediaman sang pejabat yang terletak di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kelurahan Lepolepo, Kota Kendari.

​Peristiwa yang mencoreng rasa kemanusiaan ini dilaporkan terjadi pada Selasa (12/5/2026). Dampak dari kejadian tersebut tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga guncangan psikologis yang hebat bagi korban.

​Kondisi Korban: Lemas dan Trauma Mendalam

​Pasca-kejadian, SA dikabarkan mengalami trauma psikis yang sangat berat. Rasa aman yang seharusnya ia dapatkan di tempat kerja berubah menjadi ketakutan yang mencekam. Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi kesehatan SA menurun drastis:

​Trauma Psikis: Korban merasa ketakutan luar biasa dan secara tegas menolak untuk kembali ke rumah tempatnya bekerja.

​Kondisi Fisik: Saat menjalani proses pemeriksaan kesehatan pada Rabu (13/5) malam di RS Bhayangkara Kendari, korban tampak sangat lemas dengan mata sembap akibat terus menangis.

​Bantuan Medis: Kondisinya yang tidak stabil membuat SA harus dibantu menggunakan kursi roda untuk berpindah ruangan saat proses visum berlangsung.

​Langkah Hukum dan Konfirmasi Kepolisian

​Pihak kepolisian bergerak cepat merespons laporan dari korban yang mencari perlindungan hukum. Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan bahwa kasus ini telah masuk ke meja penyidikan.

​”Iya benar, korban baru melapor malam ini, langsung didampingi anggota untuk melakukan visum ke RS Bhayangkara Kendari,” jelas AKP Welliwanto pada Rabu malam.

​Langkah visum ini merupakan bagian krusial dari pengumpulan alat bukti untuk membuktikan dugaan kekerasan seksual yang dialami oleh korban di lokasi kejadian.

​Pihak Bupati Masih Bungkam

​Hingga berita ini diturunkan, keterlibatan atau respons dari pihak pemilik rumah, yakni Bupati Konsel Irham Kalenggo, masih menjadi tanda tanya. Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media untuk meminta tanggapan terkait dugaan peristiwa yang terjadi di kediaman pribadinya tersebut, namun belum ada pernyataan resmi yang diberikan.

​Kasus ini kini tengah menjadi sorotan publik di Sulawesi Tenggara, menanti kejelasan hukum dan keadilan bagi korban yang saat ini masih dalam kondisi rentan.

Exit mobile version