Saatnya Rakyat Bicara

Anies Baswedan Dilaporkan ke Bawaslu RI Namun Laporannya Belum Diterima Secara Resmi  

JAKARTA – SarabaNews.com.

Foto : Istemewah

Bakal calon presiden dari Partai Nasdem, Anies Baswedan, dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI terkait safari politiknya di Aceh. Tetapi, laporan tersebut belum diterima secara resmi oleh Bawaslu.

“Benar, kemarin ada WNI yang datang ke kantor Bawaslu RI untuk melaporkan peristiwa kampanye yang dilakukan Anies Baswedan di Aceh pada tanggal 2 Desember 2022,” kata Komisioner Bawaslu RI Puadi kepada wartawan, Rabu (7/12/2022).

Puadi mengatakan, pihaknya belum menerima laporan tersebut secara resmi karena pelapor belum menyerahkan bukti tiga rangkap. Pelapor menyatakan bakal melengkapi bukti-buktinya sebelum batas waktu pembuatan laporan, yakni tujuh hari sejak peristiwa dugaan pelanggaran diketahui.

“Dikarenakan batas 7 hari sejak diketahui masih ada, maka mereka ingin melengkapi bukti dulu dan akan datang kembali ke kantor Bawaslu RI,” kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu itu.

Pihak yang melaporkan Anies diketahui adalah Aliansi Pemuda Cinta Demokrasi (APCD). APCD menilai, Anies telah melanggar sejumlah ketentuan ketika menerima dukungan capres dari masyarakat di Masjid Raya Baiturrahman, Aceh pada 2 Desember lalu.

Kegiatan tersebut dinilai sebagai kampanye colongan atau kampanye di luar jadwal yang ditetapkan KPU RI. Selain itu, Anies juga dinilai melanggar aturan kampanye karena menggunakan rumah ibadah sebagai tempat kampanye.

Dalam safari politiknya di Aceh, bakal calon presiden dari Partai Nasdem Anies Baswedan mengajak masyarakat Aceh untuk menyongsong perubahan yang lebih baik pada tahun 2024. “Kita harus ikhtiarkan bersama pada tahun 2024 akan terjadi kesempatan untuk melakukan perubahan,” kata Anies Baswedan di Banda Aceh, Sabtu lalu (3/12/2022).

Anies mengemukakan hal itu dalam agenda jalan sehat, bersilaturahmi, dan menyapa ribuan warga Aceh di lapangan terbuka kawasan Pango, Kota Banda Aceh. Anies mengatakan, bahwa Aceh memiliki catatan gemilang tentang perjuangan rakyat, bukan hanya menggulung kolonialisme, melainkan perjuangan untuk menggelar keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Aceh, kata Anies, merupakan sebuah negeri yang memiliki perjalanan panjang, perannya bukan hanya pada tingkat nusantara, melainkan di level dunia. Oleh karena itu, Aceh harus kembali memiliki peran yang besar di kemudian hari.

“Kami ingin ajak semua, mari berjuang bersama demi hadirnya rasa keadilan bagi semuanya, siap kerja bahu-membahu, saling dukung,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anies juga mengajak masyarakat Aceh untuk menjadi bagian yang mempersatukan, bukan sebagai pemecah belah. Menjangkau semuanya guna menyampaikan pandangan dan pesan positif.

“Bila menghadapi kondisi yang tidak nyaman, berikan senyum, tunjukkan ini rombongan orang-orang berakhlak mulia, orang-orang yang membawa keteduhan,” katanya.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengajak masyarakat Aceh untuk menata rasa dari sekarang, bersiap menyampaikan pesan positif dan bersabar melakukannya. “Kami yakin dari Aceh keberhasilan ini akan menular ke tempat-tempat lain di seluruh Indonesia. Saya ingin mengajak, jangkau tetangga, keluarga, kolega, dan ajak semuanya,” demikian Anies Baswedan. (Dilansir dari Republika, 7/12/2022) Red.

Exit mobile version